Pelaku Pembakaran Lahan Harus Dikenakan Sangsi

oleh

Ketebalan kabut asap di Melawi saat ini mulai sudah berkurang. Namun pihak Satuan Tugas (Satgas) darurat asap Melawi tidak boleh lengah dan harus terus bekerjsa secara maksimal. <p style="text-align: justify;">Belakangan ini kegiatan yang sudah dilakukan Satgas, yakni membantu memadamkan tiga titik api di Kecamatan Belimbing. Kemudian juga sudah membagikan masker dijalanan.<br /><br />Sekda Pemkab Melawi, Drs. Ivo Titus Mulyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan dalam penanggulangan masalah asap. “Selain ikut dalam membantu memadamkan titik api di PT. Rafi, kita juga sudah membagikan masker,” katanya usai menghadiri perpisahan Direktur PDAM Melawi, belum lama ini.<br /><br />Ivo mengatakan, pada Kamis 17 September kemarin, sudah ada 4 titik ap di Melawi. Namun sedang diupayakan untuk dipadamkan, dan kemungkinan sudah padam saat ini. “Jika terpdat titik api, kita turunkan tim pemadan kebakaran dari DKPKP untuk membantu memadamkannya. Kecuali jaraknya jauh,” ucapnya.<br /><br />Terkait kebakaran yang terjadi, Ivo menjelaskan, pelaku pembakarannya akan dikenakan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku. <br /><br />“Nah untuk yang PT. Rafi itu pihak Polres sudah turun. Siaa yang menjadi tersangka pembakaran, nantinya harus tetap diberi sangsi,” terangnya.<br /><br />Aturan yan dimaksud Ivo yakni Pelaku pembukaan lahan hutan/kebun dengan cara membakar akan dikenakan sanksi pidana sebagai mana diamanatkan dalam UU RI NO 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. <br /><br />Pada UU RI nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan, mengatakan pada Pasal 48 pada ayat 1 setiap orang yang dengan sengaja membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara pembakaran, yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 miliyar rupiah. <br /><br />Pada ayat 2, jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku diancam dengan pidana paling lama 15  tahun dan denda paling banyak Rp. 15 miliyar rupiah. <br /><br />Pada pasal 49 ayat 1, setiap orang yang karena kelalaiannya membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 3 miliyar.<br /><br />Pada ayat 2, jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan orang mati atau luka berat, pelaku diancam dengan pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 miliyar. <br /><br />Pihak Polres sendiri, Kata Ivo, juga masuk dalam Satgas Darurat Asap Melawi, sebagai membidangi penegakan hokum. Terkait kebakaran di PT. Rafi, pihak Polres lah yang berwenang menegakan hokum. <br /><br />“Kita juga belum menerima laporan penegakan hokum dari Polres. Namun pak Horong kepada Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi sudah berkoordinasi kesana untuk mengetahui sejauh mana peenegakan hokum terkait kebakaran lahan di PT. Rafi,” pungkasnya. (KN)</p>