Pelantikan Ketua STAIMA Sintang Diwarnai Aksi Protes Mahasiswa

oleh

Setelah sempat disorot media lantaran aksi protes mahasiswanya yang menamakan diri aliansi mahasiswa korban kebijakan kampus, Sabtu (17/03/2012) kemarin terjadi pergantian pucuk pimpinan di STAIMA Sintang. M.Ghozali yang telah memimpin kampus agama selama kurang lebih 8 tahun itu, akhirnya digantikan oleh Sukhairi. <p style="text-align: justify;">Proses pelantikan dilaksanakan di gedung pancasila sintang. selain dihadiri wakil bupati sintang Ignasius Juan, hadir pula Zamzami dari penguruspPusat lembaga pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama.<br /> <br />Aksi protes kelompok mahasiswa ini kembali dilakukan pada moment penting prosesi pelantikan ketua STAIMA baru. Sejumlah mahasiswa terlihat membagikan selebaran yang berisi tiga pernyataan sikap. Tiga pernyataan sikap tersebut adalah menolak Sukhairi sebagai ketua STAIMA. <br /><br />Penolakan ini didasarkan atas status Sukhairi sebagai PNS dan bekerja di lingkungan Kemenag Sintang. Pernyataan kedua meminta kepada Badan pendiri STAIMA Sintang agar melakukan audit terhadap keuangan kampus dan terakhir minta badan pendiri STAIMA untuk berkoordinasi dengan LP Ma’arif  NU guna mengambil langkah-langkah perbaikan system administrasi di STAIMA Sintang. <br /><br />Andi Teguh Kurnia salah seorang yang mengatasnamakan diri aliansi mahasiswa korban kebijakan kampus mengatakan banyak kebobrokan STAIMA yang ditutup-tutupi. Ia juga mengatakan STAIMA telah dibuat seperti sebuah kerajaan. Teguh juga menilai bahwa pergantian M. Ghozali kepada Sukhairi hanya sebuah kamuplase yang pada dasarnya tetap dibawah kendali Ghozali.<br /><br />“Ketua STAIMA yang baru ini kan juga berstatus PNS. Beliau kerja mulai hari Senin sampai Jumat dan mengharuskan yang bersangkutan berada di kantornya hingga pukul 16.30 sore. Bagaimana yang bersangkutan dapat membagi waktu antara kewajiban di kantornya dengan kewajiban lain di Kampus STAIMA,”  ucap Hasanudin. <br /><br />Permintaan audit sendiri menurutnya didasarkan atas kecurigaannya pada pengelolaan kekuangan yang tidak transparan. <br />Usai dilantik, Sukhairi kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa berkenaan dengan statusnya sebagai PNS tidak ada persoalan bila ia menjadi Ketua STAIMA. Apalagi berdirinya STAIMA memang dibidani oleh para PNS. <br /><br />“Tidak ada larangan bagi PNS diluar jam dinas untuk mengabdikan diri di lembaga pendidikan," jelasnya.<br /><br />Hal ini dibenarkan oleh M.Ghozali yang juga menjabat sebagai ketua Pengadilan Agama Sintang. Menurutnya tidak ada satu larangan pun bagi PNS untuk berkarya di lembaga pendidikan. <br /><br />Jamaludin Wahab salah seorang dedengkot NU Sintang juga sangat menyesalkan sistem yang dijalankan STAIMA saat ini. Ketika dilihatnya ketua Tanfiz NU Sintang H.Mas’ud Nawawi keluar sebelum kegiatan pelantikan berakhir, ia pun menilai memang ada yang “tidak” beres di tubuh STAIMA sintang. <br /><br />“Saya menyesalkan tidak dilibatkanya H. Mas’ud selaku ketua Tanfiz hasil pemilihan saat Mukercab pada proses pergantian pimpinan STAIMA ini,”pungkasnya. <br /><br />Sementara itu wakil bupati Sintang Ignasius Juan dalam sambutannye mengatakan bahwa membangun sebuah lembaga pendidikan yang handal dan bisa dipercaya masyarakat serta mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tengah masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah. <br /><br />“Diperlukan perjuangan, pengorbanan dan keikhlasan di setiap tahapnya,”ungkapnya. <br /><br />Ia pun menuturkan perjuangannya membangun STKIP Persada Katulistiwa dan UNKA Sintang. Pengalamanya mendirikan dua perguruan tinggi di Sintang ini menurutnya membuatnya betul-betul tahu seluk beluk membangun sebuah lembaga pendidikan dan betapa penting peran masyarakat. Sehingga lembaga seperti STAIMA dan lembaga pendidikan tinggi yang lain di Sintang ini merupakan mitra penting Pemerintah Kabupaten Sintang dalam upaya membangunan masyarakat khususnya dalam bidang peningkatan kompetensi sumber daya manusia.<br /><br />“Peningkatan sumber daya manusia ini sudah digariskan dalam visi dan misi Pemkab Sintang,” tambah Wabup.<br /><br />Ia pun berharap STAIMA peka dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dan menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan masyarakat.<br /><br />“Saya juga minta STAIMA terus menata lembaganya dengan baik, sehingga mampu memperbaiki angka partisipasi kasar perguruan tinggi, mengurangi pengangguran dan agen perubahan bagi masyarakat,” pesannya. <strong>(phs)</strong></p>