Pelatihan KOMPLIT Mengubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Sampah

oleh

Pembinaan yang dilakukan Komunitas Pengelola Lingkungan Terpadu (KOMPLIT) di Desa Tanjung Sari (KKLK) sepertinya tidak sia-sia, mulai dari sosialisasi yang dilaksanakan 6 Juni 2015, KOMOPLIT sudah mendapatkan respon baik dari masyarakat. <p style="text-align: justify;">Bahkan dari hasil sosialisasi tersebut, warga membentuk dua kelompok yakni kelompok pengelola sampah Organik yang diberi nama Petani Organik (Pernik) dan kelompok pengelola sampah An Organik yang diberi nama Kerajinan Tangan (Ketan). <br /><br />Hingga pada pertemuan berikutnya, dua kelompok yang terbentuk itu mendapatkan pembekalan berupa pelatihan oleh KOMPLIT yang dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, pada 27-28 Juni dan 4 Juli. Dalam pelatihan tersebut, KOMPLIT berhasil melatih kedua kelompok tersebut. Bahkan memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang manfaat sampah juga.<br /><br />Seperti yang disampaikan ketua kelompok Ketan, Kartini. Ia mengatakan bahwa sebelum adanya pelatihan tersebut, dirinya bersama kelompok lainnya hanya menganggap sampah ssebagai benda yang tidak berguna.<br /><br />“Namun setelah adanya pelatihan, kami merasa anggapan kami terhadap sampah itu salah. Sampah adalah benda sisa yang bisa dimanfaatkan kembali untuk didaur ulang menjadi benda yang berguna dan memiliki nilai,” ungkap Tini belum kemarin.<br /><br />Hal yang sama juga disampaikan Maryati, selaku ketua kelompok Pernik. Ia mengatakan petani disini sebelumnya tidak mengetahuo bahwa pupuk cair itu bisa dibuat dengan memanfaatkan sampah rumah tangga, seperti bekas sayur-sayuran, air cucian beras dan sampah dapur lainnya. <br /><br />“Setelah mempraktekannya kansung, kami mengetahui bahwa sampah rumah tangga ini bisa menyuburkan tanaman lainnya. Selema ini kami berkebun hanya menggunakan pupuk kimia. Setelah pelatihan tersebut, kami tidak perlu lagi buang-buang biaya banyak untuk membudidayakan tanaman sayur-sayuran dikebun kami dengan menggunakan pupuk kimia. Kami bisa membuat pupuk organic yang lebih alami,” ucapnya.<br /><br />Pelatihan yang diberikan KOMPLIT kepada masyarakat tersebut sangat memberikan manfaat kepada masyarakat dan sangat mengubah pola pikir masyarakat. Jika sebelumnya boisanya hanya membang sampah disekitar rumah, setelah adanya pelatihan dari KOMPLIT, ampah disekitar rumah juga dikumpulkan untuk didaur ulang menjadi benda yang memiliki nilai. <br /><br />“Harapan kami, KOMPLIT bisa menyebar luakan ilmu yang mereka berikan kepada kami. Sehingga volume sampah di Melawi ini bisa berkurang. Kami yang sudah mendapatkan pelatihan ini juga akan berusaha mengajarkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah ini kepada warga yang belum tau,” ucap Maryati mengakhiri. (KN)</p>