Pelintas Batas Ke Malaysia Melalui Sebatik Turun Drastis

oleh

Jumlah pelintas batas turun drastis sejak pemerintah Sabah Malaysia melarang sarana transportasi jenis speed boat mengangkut penumpang dari Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, ke Tawau Malaysia. <p style="text-align: justify;">Hal ini diakui Kepala Pos Imigrasi Pulau Sebatik, Eko Wiwitan di Sebatik, Jumat bahwa penurunan jumlah pelintas batas ke Malaysia melalui Pulau Sebatik karena adanya pelarangan tersebut.<br /><br />Pelarangan tersebut, dia mengatakan, telah berlangsung sejak Januari 2013 dan belum ada tanda-tanda penyelesaian masalah itu meskipun sejumlah pihak telah berupaya maksimal menfasilitasinya termasuk antusiasme masyarakat Pulau Sebatik Sendiri.<br /><br />Pada 2012, saat speed boat masih dibenarkan mengangkut penumpang ke Tawau jumlah pelintas batas dari Januari-April 2012 berjumlah 2.922 orang yang berangkat dan 2.674 orang yang masuk.<br /><br />Sementara data dari Kantor Pos Imigrasi Pulau Sebatik, dari Januari-Maret 2013 jumlah pelintas batas hanya 449 orang yang berangkat dan yang datang, kata Eko.<br /><br />Ia menyatakan, jika membandingkan jumlah pelintas batas melalui Pulau Sebatik selama pelarangan itu sangat berpengaruh sekali dan dikeluhkan masyarakat Sebatik karena kesulitan menyeberang ke Tawau Malaysia untuk berbelanja setiap harinya.<br /><br />"Kalau masyarakat disini (Sebatik) masu ke Tawau harus melalui Nunukan dan naik kapal angkutan resmi ke Tawau," ujar dia.<br /><br />Eko mengatakan, jika sebelum pelaranga speed boat mengangkut penumpang ke Tawau jumlah pelintas batas setiap bulan mencapai ribuan orang maka saat ini hanya ratusan saja.<br /><br />Mengenai pelarangan speed boat tersebut, Eko mengatakan Kantor Imigrasi tidak memiliki kewenangan campur tangan tetapi masalah tersebut menjadi urusan antar negara Indonesia dan Malaysia.<br /><br />Pelintas batas yang melalui Pulau Sebatik selama ini, hanya dari kalangan pengusaha atau pedagang saja sedangkan masyarakat umum tidak ada lagi. <strong>(das/ant)</strong></p>