Pemadaman Listrik Karena Kerusakan Unit PLTU Asam-Asam

oleh

Pemadaman listrik yang akhir-akhir ini sering terjadi di Kalimantan Selatan, termasuk di Kabupaten Balangan, disebabkan oleh kerusakan dua unit pembangkit di Pusat Listrik Tenaga Uap Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut. <p style="text-align: justify;">Manager PT PLN Ranting Paringin Adrianus Egus, di Paringin, ibu kota Balangan, Rabu, mengatakan, hal tersebut diketahuinya berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak instalasi PLTU Asam-Asam.<br /><br />"Satu unit pembangkit di PLTU Asam-Asam mampu menghasilkan daya listrik sebesar 65 Mega Watt sehingga dengan rusaknya dua unit pembangkit itu kita kehilangan daya listrik sebesar 130 Mega Watt," ujarnya.<br /><br />Daya listrik yang dihasilkan pembangkit di instalasi PLTU Asam-Asam didistribusikan untuk wilayah dua provinsi yaitu Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng).<br /><br />Pemakaian daya listik pada saat beban puncak di dua provinsi itu mencapai 313 Mega Watt sehingga kerusakan dua unit pembangkit itu menyebabkan hampir 50 persen pasokan daya listrik tidak dapat dilakukan.<br /><br />"Karena itulah terpaksa dilakukan pemadaman secara bergilir agar tetap dapat dialokasikan daya listrik kepada masyarakat dengan pasokan daya yang terbatas itu," katanya.<br /><br />Khusus wilayah operasional PT PLN Ranting Paringin, untuk kebutuhan pelanggan yang berjumlah lebih dari 19.000 pelanggan dibutuhkan daya listrik sebesar 5 Mega Watt.<br /><br />Hilangnya daya listrik akibat kerusakan dua unit pembangkit yang jumlahnya hampir 50 persen dari total seluruh kebutuhan itu, maka pasokan daya listik untuk wilayah operasional PT PLN Ranting Paringin juga mengalami pengurangan.<br /><br />Karena itulah, wilayah Balangan terpaksa juga mengalami pemadaman aliran listrik secara bergiliran yang sudah berlangsung selama beberapa hari ini.<br /><br />"Informasi terakhir yang kami terima, dua unit pembangkit yang rusak itu telah dapat diperbaiki sehigga mulai hari ini kemungkinan pasokan daya listrik akan lancar kembali," tambahnya.<br /><br />Akibat pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir ini, pihak PT PLN Ranting Paringin sendiri sering mendapat protes dari masyarakat dan juga pejabat dilingkungan pemerintah daerah setempat karena kinerja mereka menjadi terganggu.<br /><br />Namun setelah diberikan penjelasan tentang penyebabnya, kebanyakan dari masyarakat dapat memakluminya, demikian Adrianus Egus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>