Pembangunan Bandara Data Dawai Berlanjut

oleh

Pembangunan Bandara Data Dawai di kawasan pebatasan negara, tepatnya di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, pada 2015 dilanjutkan untuk pekerjaan akhir sisi udara dan pemotongan bukit di ujung landasan pacu. <p style="text-align: justify;">"Pengembangan Bandara Data Dawai mendapat alokasi dana dari APBD Kaltim tahun anggaran 2012 dan 2013 senilai Rp130 miliar dan tambahan dari APBN. Sedangkan serapan anggaran hingga akhir 2014 sekitar Rp130 miliar," kata Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim Hasby di Samarinda, Rabu.<br /><br />Ini berararti tahun 2015 masih ada sisa dana karena ada juga tambahan dari APBN, sehingga sisa anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan sisa pekerjaan yang belum tuntas, yakni pelapisan landasan pacu (overlay) dan untuk penambahan lebar landasan pacu lama dari 27 meter menjadi 30 meter sepanjang lebih dari 850 meter.<br /><br />Dana dari APBN melalui Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga akan dikucurkan untuk pemotongan bukit yang terletak di ujung landasan pacu bandara, agar tidak ada halangan saat pesawat mendarat ataupun saat akan terbang.<br /><br />Menurut Hasby, pola pekerjaan bandara di semua kawasan perbatasan telah disepakati dilakukan swakelola oleh TNI-AD. TNI dinilai pihak yang paling mampu mempercepat pekerjaan fisik di perbatasan karena medannya sangat berat, sedangkan TNI memiliki fasilitas untuk mengangkutnya.<br /><br />Bandara tersebut terletak di garis perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Kampung Long Lunuk Baru, Kecamatan Long Pahangai, sehingga keberadaanya akan berfungsi ganda, yakni selain untuk pengembangan ekonomi juga sebagai pertahanan NKRI.<br /><br />Penuntasan pengembangan Bandara Data Dawai diharapkan dapat membuka keterisoliran arus transportasi, mengingat saat ini hanya mampu dilayani oleh pesawat terbang kecil bermuatan maksimal 12 penumpang karena panjang landasan pacu lama yang terbatas.<br /><br />Selain itu, jam opersional bandara juga diharapkan dapat meningkat dari saat ini yang hanya beberapa jam per hari, karena minimnya penerbangan oleh maskapai yang memiliki pesawat-pesawat kecil jenis Cessna atau Caravan.<br /><br />Bandara Data Dawai dibangun sejak 1980-an dengan status bandara perintis, namun saat ini ditingkatkan kapasitasnya menjadi bandara berkelas dengan target didarati pesawat TNI jenis Hercules atau pesawat jenis ATR-42 berkapasitas penumpang lebih banyak karena panjang landasan pacunya ditingkatkan dari 850 meter menjadi 1.600 meter.<br /><br />Ketika masih berstatus bandara perintis, lanjutnya, panjang landasannya hanya 750 meter. Kemudian pada 2010 ditambah 100 meter menjadi 850 meter.<br /><br />Setelah peningkatan hingga akhir 2014 panjang landasannya telah mencapai 1.600 meter dan lebar 30 meter, atau telah tuntas sesuai dengan target, sehingga tinggal memangkas bukit yang ada dan melakukan overlay. (das/ant)</p>