Pembangunan berkelanjutan di Kota Banjarmasin, Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang dicanangkan sejak tahun 2009 lalu berbasis sungai. <p style="text-align: justify;">Arah pembangunan demikian sudah jelas tak mungkin merubah ke arah yang lainnya, kata Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, Ir Muryanta kepada pers di balaikota Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Menurut Muryanta karena arah pembangunan berkelanjutan berbasis sungai maka tak ada pilihan bagaimana agar sungai-sungai yang banyak membelah kota ini bisa menjadi daya tarik ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat ke depannya.<br /><br />Dijelaskan Wilayah kota Banjarmasin seluas 98 kilometer persegi minim sumber daya alam karena hampir tidak ditemukan potensi tambang maupun hutan dan hanya sedikit lahan pertanian.<br /><br />Wilayah ini hampir semua di aliri oleh sungai besar dan kecil, Sungai Besar tercatat seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura.<br /><br />Jumlah sungai yang membelah Kota Banjarmasin tercatat 105 buah tetapi yang masih berfungsi baik hingga kini tercatat 74 buah sehingga kota ini berjuluk "kota seribu sungai".<br /><br />Kalau membangun kota mengandalkan potensi lain yang minim jelas tidak mungkin, karena itu potensi yang ada saja digunakan untuk meraih kemajuan kota.<br /><br />"Kami akan menjadikan sungai sebagai penggerak ekonomi kota, oleh karena itu tak ada pilihan lain bagaimana sungai-sungai tersebut menjadi daya tarik bagi kepariwisataan ke depan," katanya.<br /><br />Ia mencontohkan dua kota di tanah air yang terbilang maju menjadikan sungai sebagai daya pikat ekonomi seperti Denpasar atau Yogyakarta.<br /><br />Begitu juga kota lain di luar negeri seperti Bangkok, Hongkong, atau Venesia Italia, beberapa kota di Cina, bahkan sekarang Malaysia mulai ikut-ikut membenahi sungai sebagai daya pihak ekonomi tersebut.<br /><br />Kota Kuching Serawak saja tak memiliki apa-apa mereka juga mengandalkan sungai sebagai penggerak ekonominya seperti yang dikenal lokasi "Water Front City", katanya seraya memperlihatkan foto kawasan sungai di kota Kuching tersebut.<br /><br />Melihat kenyataan itu maka wajar bila Pemkot Banjarmasin bertekad menjadikan sungai sebagai daya pikat kepariwisataan dan keinginan tersebut agaknya memperoleh tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pemerintah pusat.<br /><br />Terbukti saat pembuatan siring sungai sepanjang Sungai Martapura tak sedikit dana yang dikeluarkan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi tersebut, demikian Muryanta. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















