Pembangunan Jembatan Baja Serimbu Rampung Tahun Ini

oleh

Pembangunan jembatan kerangka baja Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak tahun ini dipastikan rampung, kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Landak Erani di Ngabang, Minggu. <p style="text-align: justify;">"Masyarakat setempat boleh senang karena jembatan rangka baja yang dibangun sejak 2007 dalam waktu dekat sudah bisa digunakan untuk kendaraan dan arus transportasi," kata Erani.<br /><br />Ia mengatakan, pengerjaan jembatan itu dilakukan dua tahap. Tahap pertama 2007-2009 dengan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp9 miliar, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua tahun 2010-2011 dengan anggaran hampir sama sekitar, sehingga total biaya sekitar Rp18 miliar.<br /><br />"Mudah-mudahan akan selesai sebelum batas waktu pengerjaannya November 2011," ungkapnya.<br /><br />Menurutnya, jembatan Serimbu dengan rangka baja berukuran panjang 60 meter, lebar enam meter dikerjakan PT Asria Nurlinda Inti Sejati yang bekerja sama operasi dengan PT Cendana Kencana Semesta dan konsultan PT Citra Diaman Khtulistiwa CBK.<br /><br />Ia mengatakan, dengan selesainya pembangunan jembatan Serimbu ini merupakan sarana penyeberangan ruas jalan dari Serimbu yang menjadi ibu kota Kecamatan Air Besar ke desa-desa seberang, di antaranya Desa Pare dengan jarak tempuh 35 km, Pare Meranti 25 km, Pare ke Suti Semarang Kabupaten Bengkayang 11 km, Pare ke Desa Nyari 50 km, dan dari Nyari ke batas Entikong Kabupaten Sanggau 7,25 km.<br /><br />"Sebelum jembatan Serimbu dibangun, ruas jalan yang disebutkan tadi sudah digusur sejak tahun 2005 secara bertahap setiap tahun sampai sekarang sesuai dengan anggaran yang tersedia dan tertampung di APBD Kabupaten Landak," jelasnya.<br /><br />Ia menambahkan, pembangunan jembatan rangka baja Serimbu ini dianggarkan empat tahun anggaran termasuk juga jembatan rangka baja Kuala Behe yang sudah lama selesainya.<br /><br />"Namun peresmiannya akan dilaksanakan setelah kontraknya habis yaitu November tahun 2011 atau sesudahnya tergantung kesiapan pihak kontraktor dengan pihak gubernur atau bupati yang akan meresmikan nantinya," jelas Erani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>