Pembangunan Jembatan Pulaulaut-Daratan Kalimantan Perlu 4-5 Tahun

oleh

Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten di Kalimatan Selatan yakni, Kabupaten Kotabaru dengan Tanah Bumbu, serta Pulaulaut-daratan Kalimantan memerlukan waktu 4-5 tahun. <p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan di Kotabaru, Senin mengatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten itu memiliki panjang 6 kilometer dengan alokasi dana sementara Rp3,6 triliun.<br /><br />"Mudah-mudahan waktu pelaksanaanya kurang dari lima tahun atau satu periode bupati, bahkan kalau bisa dipercepat hanya waktu tiga tahun saja," kata Wagub saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-65.<br /><br />Wagub berharap, ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang akan dimulai di titik Kotabaru dapat dilaksanakan sebelum awal Ramadhan 1436 Hijriah.<br /><br />Dana untuk membiayai pembangunan jembatan direncanakan patungan, Pemprov Kalsel sebesar Rp500 miliar, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu masing-masing Rp250 miliar, sehingga total Rp1 triliun.<br /><br />Kekuranganya lanjut Rudy Resnawan, sekitar Rp2,6 triliun dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui APBN.<br /><br />Rudy menerangkan, badan jembatan terdiri dari tiga kilometer jembatan inti di tengah-tengah dengan ketinggian sekitar 40 meter, agar lalu lintas kapal di Selat Kotabaru tidak terganggu.<br /><br />Sedangkan oprit jembatan atau timbunan tanah di belakang abutment yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan memiliki panjang 1,5 kilometer di sisi Pulaulaut, Kotabaru, dan 1,5 kilometer di sisi Daratan Kalimantan, Tanah Bumbu.<br /><br />Bupati Kotabaru Irhami Ridjani menerangkan, rencana peletakan batu pertama pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia itu diperkirakan pertengah Juni 2015.<br /><br />"Mudah-mudahan, dengan terbangunya jembatan yang menghubungkan dua kabupaten itu bisa memberikan dampak positif yang cukup luas. Selain terbukanya daerah tertinggal juga meningkatkan laju roda perekonomian di daerah," paparnya. (das/ant)</p>