Pembangunan Perbatasan Entikong Hanya Wacana

oleh

Anggota DPRD Sanggau Jumadi mengatakan, selama ini pembangunan wilayah perbatasan khususnya Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dinilai hanya sekedar wacana. Sehingga sangat mengecewakan masyarakat yang ada di wilayah ini, kunjungan kerja yang dilakukan pun hanya sebatas kunjungan kerja tanpa hasil. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut dikatakan Jumadi, ketika dikonfirmasi di sekitar kantor DPRD Sanggau, Senin (30/5) yang diagendakan dilaksanakan Rabu (1/6). Dirinya mengatakan sudah beribu-ribu pejabat nasional datang ke Entikong untuk melihat pembangunan wilayah perbatasan tersebut, namun tidak ada satupun yang membuahkan hasil yang membahagiakan.<br /><br />“Bahkan bisa dibilang konsep pembangunan wilayah perbatasan kita hanya omdo (omong doang), setelah kunjungan selesai dilakukan kembali senyap dan masyarakat yang mengeluhkan kondisi yang ada. Makanya kita tidak berharap banyak dengan kunjungan pejabat ke wilayah tersebut,” ungkap Jumadi.<br /><br />Masalah utama yang mestinya menjadi perhatian pemerintah ditandaskan Jumadi, adalah terkait pembangunan infrastruktur dasar berupa akses jalan. Karena selama ini banyak masyarakat yang ada di wilayah perbatasan mengeluhkan masalah tersebut, namun tidak juga diperhatikan secara serius dan sesuai harapan.<br /><br />Hal senada dikatakan anggota DPRD Sanggau yang lain Abang Ishar, dirinya mengatakan kecewa dengan proses pembangunan wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau. Karena dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang cukup signifikan, padahal kunjungan demi kunjungan terus dilakukan oleh pejabat di negeri ini.<br /><br />“Dari dulu pembangunan Entikong seperti jalan ditempat, sudah berkali-kali dijanjikan untuk dibangun namun tidak juga terbangun sesuatu yang diharapkan. Padahal wilayah lain di Indonesia ini terbangun dengan maksimal, padahal perbatasan tersebut merupakan beranda terdepan yang menjadi cermin kondisi kita sesungguhnya,” ungkapnya.<br /><br />Ketua komite nasional pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sanggau Zuhri, ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pemkab Sanggau diminta lebih gencar melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Agar konsep pembangunan perbatasan di wilayah Sanggau ini tidak hanya sebatas wacana, karena masyarakat sudah berharap banyak dengan apa yang dijanjikan.<br /><br />“Kita juga sempat terkejut ketika ketua BNPP provinsi mengatakan proyek Rp 2 triliun untuk Entikong terancam batal karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum diselesaikan. Kita berharap pemkab Sanggau bisa berupaya mendorong karena pembangunan tersebut akan mendorong perekonomian masyarakat perbatasan kita,” ungkapnya. <strong>(phs)</strong></p>