Pembangunan RPU Banjarmasin Diusulkan Dua Tahun

oleh
oleh

Pembangunan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang terletak di Desa Basirih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diusulkan dua tahun anggaran. <p style="text-align: justify;">Artinya usulan pembangunan menjadi dua tahun dalam pengerjaannya, karena waktu pengerjaan untuk tahun ini terlalu sempit, yakni tingga lima bulan saja lagi, kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi kepada wartawan, Senin.<br /><br />Ia mengaku terpaksa mengubah rencana pembangunan RPU yang semula satu tahun menjadi dua tahun anggaran. Perpanjang waktu ini juga karena tidak ada jaminan dari kontraktor pelaksana.<br /><br />Apalagi dalam pengerjaan proyek tersebut yang cukup banyak membangun pondasi fisik, selain harus mengolah Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) disamping tambahan dua blok untuk pemotong ayam, tambahnya.<br /><br />Pertimbangan lainnya juga dikhawatirkan akan menjadi kendala pembangunan yang yang biasanya terjadi yakni faktor alam atau pada saat musim penghujan.<br /><br />"Kalau sudah hujan, pengerjaan pembangunnya pun terkadang menjadi penghambat juga, makanya kita anggaran dengan tahun jamak saja," katanya.<br /><br />Doyo mengungkapkan bahwa dengan berubahnya sistem pengerjaan pembangunan RPU ini maka melalui APBD Perubahan 2012 pihaknya hanya menganggarkan sebesar 50 persen dari alokasi anggaran total yakni hanya Rp 2 Miliar, sementara sisanya akan dianggarakan tahun depan lagi.<br /><br />Sementara, untuk pembangunannya tahun ini akan dimulai dengan menguruk, membuat pondasi dasar bangunan blok ptambahan penampungan, disamping itu pihaknya juga bekerjasama dengan PD PAL dalam pembangunan limbah RPU tersebut.<br /><br />Sebelumnya, pembangunan penampungan unggas yang disebut RPU tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan IPAL standar. Padahal IPAl merupakan syarat penting dalam pembangunan sebuah RPU yang memproduksi banyak limbah dari hewan.<br /><br />Oleh karena itulah, selama ini para pengusaha dan pemotong unggas terpaksa mengolah limbah secara manual yakni dengan cara ditampung dipenampungan sementara, sebelum diangkut petugas kebersihan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>