Home / Tak Berkategori

Pembangunan Sarana Air Bersih Nasional Masih Rendah

- Jurnalis

Selasa, 8 Maret 2011 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan sarana penyediaan air bersih dan sanitasi nasional dinilai masih rendah yaitu cakupan pelayanannya baru sekitar 47 persen dan 42 persen. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono Prawirosudirjo ditemui usai temu perdana dan pembentukan "corporate forum for community development" (CFCD) di Banjarmasin, Selasa. <br /><br />Menurut Budi, masih belum maksimalnya pembangunan jaringan penyediaan air bersih dan sanitasi itu terjadi antara lain karena terbatasnya anggaran pembangunan untuk hal tersebut. <br /><br />Menurut dia, kendati saat ini anggaran untuk pembangunan penyediaan air bersih nasional naik hingga 60 persen dari sebelumnya dan untuk daerah naik antara 1-6 kali lipat, namun hal tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan penyediaan dua sektor tersebut. <br /><br />Pada 2011, kata dia, untuk Kalsel mendapatkan dana pembangunan air bersih sebesar Rp47 miliar dan pembangunan sanitasi Rp29 miliar. <br /><br />Dengan demikian, kata dia, adanya program CFCD yang antara lain bertujuan mendorong pembangunan jaringan air bersih dan sanitasi akan sangat membantu percepatan pelayanan air bersih hingga ke pelosok. <br /><br />"CFCD ini akan sangat membantu dan menjadi alternatif pendanaan mendorong segera terwujudnya pembangunan penyediaan air bersih dan sanitasi secara menyeluruh," katanya. <br /><br />CFCD adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang berasal dari BUMN-BUMN dan beberapa perusahaan lainnya. <br /><br />Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Sekda Mukhlis Gafuri mengatakan, keberadaan CFCD di Kalsel akan memudahkan pemerintah provinsi maupun daerah untuk berkoordinasi dengan perusahaan terkait. <br /><br />"Dengan adanya lembaga tersebut kita tidak perlu lagi menghubungi perusahaan-perusahaan BUMN satu-satu, cukup kita berhubungan dengan pengelola CFCD di Kalsel," katanya. <br /><br />Selanjutnya, kata dia, pengelola CFCD Kalsel akan diikutkan dalam pembahasan RPJMD sehingga program-program pembangunan yang ada bisa disinergikan dan tidak terjadi tumpang tindih. <br /><br />Beberapa program yang perlu mendapatkan dukungan dari CFCD antara lain program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan program pembangunan lainnya. <br /><br />"Agar Kalsel bisa maju lebih cepat kita memerlukan dukungan pembangunan infrastruktur, teknologi dan suku bunga," katanya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB