Pembebasan Lahan Bandara Diduga Ada Yang Ditutup-Tutupi

oleh
oleh

Persoalan pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diduga ada yang ditutup-tutupi, sehingga penyelesaiannya berlarut-larut. <p style="text-align: justify;">"Mungkin ada yang ditutup-tutupi, sehingga pembebasan lahan untuk pengembangan bandara menelan waktu lama dan hingga kini tak kunjung selesai," ujar Sekretaris Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel Soegeng Soesanto, di Banjarmasin, Selasa.<br /><br />"Karenanya, saya akan mengajak teman-teman di Komisi I DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanahan, untuk mengungkap tuntas segala kemungkinan yang terjadi di balik penyelesaian pembebasan lahan bandara yang berkepanjangan itu," tandasnya.<br /><br />Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, berkeyakinan, kalau dengan keterbukaan atau tanpa ada yang ditutup-tutupi, penyelesaian pembebasan lahan untuk pengembangan bandara segera selesai, tidak seperti yang terjadi selama ini.<br /><br />Oleh sebab itu pula, melalui Komisi I DPRD Kalsel dia menrencanakan, memanggil semua warga masyarakat yang masih berkeberatan atas pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor, yang merupakan fasilitas umum tersebut.<br /><br />Selain itu, pihak terkait lainnya, seperti panitia pembebasan lahan untuk pengembangan bandara tersebut, serta manajemen PT Angkasa Pura I Banjarmasin, guna mengetahui secara pasti duduk persoalan yang sebenarnya, demikian Soegeng.<br /><br />Persoalan pembebasan lahan untuk pengembangan bandara Syamsudin Noor yang masuk wilayah Kota Banjarbaru (sekitar 27 kilomter utara Banjarmasin) itu, bertahun-tahun penyelesainnya belum tuntas.<br /><br />Sementara kondisi bandara yang semestinya menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel itu, dari tahun ke tahun tak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa angkutan udara.<br /><br />Bahkan dalam penilaian pemerintah pusat beberapa waktu lalu, Bandara Syamsudin Noor berada pada urutan ke-40 dari 40 bandara yang ada di Indonesia. <strong>(das/ant)</strong></p>