Home / Tak Berkategori

Pembibit Gaharu Dusun Mendarin, Perlu Pembinaan

- Jurnalis

Rabu, 30 November 2011 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Mentebah A.M Johan, YS mengatakan bahwa masyarakat yang ada di Desa Mendarin Kecamatan Mentebah rata-rata melaksanakan pembibitan karet secara swadaya sejak Tahun 2008 hingga sekarang, potensi bibit yang dibudidayakan masyarakat setempat tersebut merupakan bibit gaharu yang berkaulitas super, yiatu gaharu jenis ransin bukit dan gaharu jenis ransin pantai. <p style="text-align: justify;">Namun hingga saat ini para pembibit tersebut belum mendapat perhatia atau pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui instansi terkait. <br /><br />“Rata-rata setiap kepala keluarga di Mendari itu ada pembibitan Gaharu, dan selama ini sudah banyak yang mengambil bibit gaharu dari mereka termasuk juga Dinas Perkebunan dan Kehutanan, bahkan Kabupaten Sintang dan Sanggau juga pernah membeli bibit gaharu dari masyarakat Mendarin,” tuturnya  kepada wartawan, pada Selasa (29/11-2011).<br /><br />Dijelaskannya masyarakat menjual bibit gaharu tersebut rata-rata dari seribu rupiah hingga dua ribu rupiah, dan masing-masing kepala keluarga memiliki bibit gaharu berkisar puluhan ribu batang bibit gaharu, meskipun selama ini masyarakat tidak memiliki kendala dalam pembibitan, namun Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu setidaknya melakukan pembinaan kepada mereka, dengan demikian bibit gaharu yang ada di Desa Mendarin memiliki sertifikasi tidak hanya itu selama ini masyarakat membeli pupuk secara pribadi. <br /><br />Menurutnya Pemkab selain mengalakan perkebunan karet dan sawit, perkebunan gaharu juga mesti digalakan, dengan memperhatikan para pelaku pembibit gaharu yang selama ini melakukan secara swadaya. <br /><br />“Jika mereka ini benar-benar dibina Saya rasa akan lebih baik, sebab bibit yang mereka hasilkan itu merupakan bibit gaharu yang memiliki kualitas, bayangka saja selama ini sudah lebih dari 200 ribu batang bibit gaharu terjual baik untuk kebutuhan masyarakat lokal disini maupun para Kabupaten lain yang memerlukannya, untuk itu perlu adanya sertifikasi,” singkatnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB