Pembongkaran Brankas Kejahatan Paling Menonjol Di Kalsel

oleh
oleh

Kejahatan dengan kekerasan berupa pembongkaran brankas menjadi modus kejahatan baru yang paling menonjol di Kalimantan Selatan selama 2011, kata Kapolda Kalsel Brigjen Polisi Syafruddin. <p style="text-align: justify;">Kepada wartawan di Banjarmasin, Senin, Kapolda mengatakan, selama 2011 pembongkaran brankas dan kasus perampokan terjadi lebih dari enam kali.<br /><br />"Yang terakhir terjadi di rumah Ketua DPRD Kalsel yang hingga kini terus dalam proses penyidikan," katanya.<br /><br />Selain itu pembongkaran brankas juga terjadi di beberapa kabupaten di Kalsel dan di beberapa lokasi di Banjarmasin.<br /><br />Terhadap hal tersebut, kata dia, kepolisian berharap masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terutama menjelang perayaan natal dan tahun baru.<br /><br />Beberapa kasus pembongkaran brankas di Kalsel sebagaimana diberitakan media di Kalsel antara lain adalah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan antara lain di RSUD Hasan Basri Kandangan, brankas Kantor Kementerian Agama, dan brankas Pengadilan Tinggi Agama Kandangan.<br /><br />Kejadian serupa juga terjadi pada pertengahan tahun 2011 yaitu brankas milik Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kantor Kepala SMA Negeri 1 Kandangan serta Kantor Kepala SMK Negeri 1 Kandangan juga disatroni maling.<br /><br />Selain itu, yang terakhir adalah pembobolan di rumah Ketua DPRD Kalsel Nasib Alansyah di Jalan Cendana I, Kayu Tangi, RT 52 Nomor 54, Kelurahan Sei Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.<br /><br />Pada peristiwa tersebut, pelaku diduga membawa kabur emas 200 gram, uang tunai dan koleksi jam tangan yang total kerugiannya bisa mencapai ratusan juta rupiah.<br /><br />Banyaknya kasus tersebut, kata dia, saat ini pihaknya memberikan perhatian lebih terhadap kemungkinan terjadinya kembali kasus pembobolan brankas.<br /><br />Saat ini, kata dia, pihaknya berjuang untuk bisa mengungkap jaringan kejahatan yang dalam satu tahun terakhir cukup meresahkan masyarakat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>