Pembuatan Paspor Haji 2011 Di Rencanakan Lebih Awal

oleh

Pembuatan paspor haji 2011 bagi warga yang hendak menunaikan ibadah haji direncanakan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. <p style="text-align: justify;">Pembuatan paspor haji 2011 bagi warga yang hendak menunaikan ibadah haji direncanakan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.<br /><br />Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Madura, Jawa Tumur, Abd Wahid Senin menjelaskan, pembuatan paspor haji lebih awal tersebut sesuai dengan surat dari Kanwil Kemenag Jatim yang diterima Kemenag Pamekasan.<br /><br />"Saya sudah kirim informasi ini ke masing-masing KBIH di Pamekasan," kata Abd Wahid menjelaskan.<br /><br />Ketentuannya, kata dia, calon jemaah haji harus menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP), akte kelahiran, ijazah asli serta akte nikah asli dan foto copy rangkap dua.<br /><br />Abd Wahid menjelaskan, pembuatan paspor lebih awal itu karena limit waktu yang ditentukan kedutaan besar terbatas. Sehingga Kemenag menggagas agar pembuatan paspor dilaksanakan lebih awal.<br /><br />"Tapi hingga kini belum ada ketentuan apakah pembuatan paspor untuk Pamekasan dibuat di sini atau Surabaya," kata Abd Wahid menjelaskan.<br /><br />Warga Pamekasan yang mendaftar menunaikan ibadah pada musim haji tahun ini sebanyak 806 orang, jauh lebih sedikit dibanding jumlah jemaah haji sebelumnya yang mencapai 1.619.<br /><br />"Jumlah jemaah haji lebih sedikit, karena musim tanam tembakau gagal pada tahun 2007 lalu. Yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini kan yang mendaftar pada 2007 lalu," katanya.<br /><br />Menurut dia, dari sebanyak 1.619 jemaah calon haji pada tahun 2010 itu sebanyak 807 orang pria dan 812 wanita. Dari jumlah itu sebanyak 7 orang meninggal dunia, tiga orang pria dan empat orang wanita.<br /><br />Petani merupakan kelompok profesi terbanyak yang menunaikan ibadah haji, yakni 558 orang, swasta 380 orang, pedagang 333 orang, pegawai negeri 167 orang lalu ibu rumah tangga sebanyak 100 orang dan yang paling sedikit adalah pegawai BUMN yakni sebanyak sembilan orang.<br /><br />Sementara, terkait ongkos jemaah calon haji yang hendak menunaikan ibadah, menurut Abd Wahid, sampai saat ini belum ada ketentuan lebih lanjut dari Kemenag Pusat.(Eka/Ant)</p>