Pembukaan PWK STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

oleh

Ketua Yayasan Badan Pendidikan Karya Bangsa, Drs.YAT.Lukman Riberu,M.Si pagi kemarin ketika membuka Pengenalan Wawasan Kampus (PWK) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang di halaman kampus tersebut mengingatkan bahwa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). <p style="text-align: justify;"><br />“Yang perlu diingat adalah bahwa kuliah diperguruan tinggi bukan hanya untuk mencari pekerjaan atau diterima sebagai PNS. Pendidikan diperlukan untuk meningkatkan kualitas diri dan sumber daya manusia,”katanya kepada ratusan mahasiswa baru.<br /><br />Menurut lelaki yang saat ini menjabat  sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sintang ini, Indeks Pembangunan Manusia  yang salah satu barometernya adalah  lamanya masa pendidikan, Indonesia masih berada dibawah Negara lain di Asia Tenggara. Rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia jika dihitung dari lamanya masa pendidikan setara dengan sekolah dasar atau enam tahun pendidikan. Sedangkan yang sudah mencecah pendidikan tinggi baru belasan persen dari penduduk Indonesia dan masih jauh dibawah Singapura dan Malaysia. Di Singapura  lebih dari 80 persen penduduknya lulusan dari perguruan tinggi, sedangkan Malaysia  70 persen.<br /><br />“Rendahnya pendidikan ini sangat berpengaruh dengan kualitas manusianya. Semakin tinggi pendidikan seseorang, wawasan berpikirnya juga akan semakin luas,”ujarnya. <br /><br />Berkenaan dengan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan SDM, Lukman mengatakan  masyarakat tak perlu khawatir terhadap  kualitas di STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Meski baru berdiri beberapa tahun yang lalu, namun empat dari lima jurusan yang ada di perguruan tinggi tersebut sudah terakreditasi dari BAN PT. Empat Prodi yang sudah terakkreditasi tersebut adalah Prodi Pendidikan PPKN, Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Prodi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi. Sedangkan Prodi PGSD , prodi yang saat ini paling banyak digemari di STKIP Persada Khatulistiwa, masih dalam proses akreditasi.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110907102046_D402F10.JPG" alt="" width="631" height="450" /></p> <p style="text-align: justify;">“Akreditasi ini penting karena tahun 2012 nanti pemerintah telah menetapkan bahwa semua perguruan tinggi yang diakui adalah perguruan tinggi yang telah terakreditasi,”jelas Lukman.<br /><br />Lukman juga mengatakan dirinya cukup bangga, karena mahasiswa yang mendaftar di STKIP Persada Khatulistiwa saat ini adalah mahasiswa yang mantap dan benar-benar ingin kuliah disana. Bukan mahasiswa sisa dari mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi lain.<br /><br />Lebih jauh dikatakannya, PWK yang dilaksanakan tanggal 6-10 September 2011 ini selain untuk mengenalkan wawasan di sekitar kampus, juga untuk memberikan bekal terhadap pendidikan berkarakter kepada mahasiswa.<br /><br />”Mahasiswa STKIP sebagai calon guru harus memiliki kompetensi keguruan sebagai bagian dari pendidikan berkarakter yang saat ini sedang digalakkan pemerintah,”ucapnya. <br /><br />Sementara itu, Ketua Panitia PWK  Clara Niuntri, kepada media ini mengatakan, untuk tahun akademik 2011-2012, jumlah mahasiswa yang lulus tes dan diterima di STKIP Persada Khatulistiwa saat ini mencapai 692 orang. <br /><br />“Gelombang pertama yang lulus tes 592 orang, sedangkan gelombang kedua 101 orang. Namun yang telah melakukan registrasi ulang sebanyak 637 orang.”katanya.  <strong>(phs)</strong></p>