Pemda Diminta Pertanahankan Lahan Gambut

oleh

Pakar Ilmu Pertanahan Kalimantan Barat DR.Gusti Zakaria Anshari MES mengatakan pemerintah daerah di Kalimantan Barat harus menjaga keberadaan potensi lahan gambut yang ada di setiap daerah untuk mencegah terjadinya banjir di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Gambut sebagai spons raksasa sangat berguna untuk menyerap air tanah, agar tidak terjadi bencana banjir. Kalbar sebagai salah satu paru-paru dunia saat ini sudah dihadapkan pada persoalan illegal logging, jangan lagi dirusak dengan pertambangan gambut," katanya di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura itu mengatakan, jika hal itu sampai terjadi, maka pemanasan global (global warming) akan terjadi lebih cepat dari prediksi para ilmuwan.<br /><br />"Penggalian terhadap gambut dengan kedalaman 2-3 meter saja bisa menimbulkan banjir setinggi 10 meter. Kondisi Pontianak yang dikelilingi sungai dengan drainase yang kurang baik mendukung potensi tersebut," tuturnya.<br /><br />Dalam kondisi normal saja, lanjutnya, tanpa ada penggalian gambut pemerintah sudah mengalami kesulitan mengatasi persoalan drainase.<br /><br />Alumni Monash University of Victoria Australia itu mengkhawatirkan, jika semakin banyak lahan gambut yang di eksplorasi oleh pemerintah, masyarakat dan pihak swasta dipastikan, dalam waktu tidak terlalu lama akan banyak daerah yang ada di Kalbar yang terendam bajir, bahkan tenggelam.<br /><br />Sementara itu, Haryono, aktivis World Wildlife Fund (WWF) mengatakan setiap tahun, DAS yang ada pada lahan gambut di Kalbar selalu mengalami banjir. Terlebih bila gambut digali untuk proyek pengembangan listrik tenaga uap.<br /><br />Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kembali apakah sudah ada PLTU yang sukses menggunakan media pembakaran gambut.<br /><br />Lanjutnya, landscape pada daerah DAS itu adalah landscape yang kritis. Dapat dilihat dari rendahnya persentase penutup lahan (vegetasi), tingginya laju erosi tahunan, besarnya rasio debit sungai maksimum dan minimum, serta kandungan lumpur yang berlebihan. Sebagian besar ekosistem didominasi oleh hamparan Kerangas, hamparan Gambut dan hamparan Mangrove dan hutan dataran rendah Kalimantan. Keseluruhan kondisi ekosistemnya kritis jika dilihat dari forest cover dan fungsi hidrologi yang dipegangnya.<br /><br />"Kondisi yang masih baik tersisa pada tutupan pada lahan gambut dan jika dikonsesi untuk listrik kondisinya akan semakin mengenaskan. Kerentanan lingkungan yang terjadi dari DAS diantaranya kondisi sungai Mempawah yang hampir flat, sehingga aliran sungai akan sangat tergantung dari tinggi muka air laut," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>