Pemenang Festival Anak Se-Dunia Minta Dukungan Pemerintah

oleh

Dua pelukis muda asal Kalimantan Barat yang meraih Indonesia Art Olympiad Winner at The World Children Festival (WCF), Washington DC, Amerika Serikat, Tahun 2011, mengharapkan dukungan pemerintah untuk berangkat menerima penghargaan tersebut secara langsung. <p style="text-align: justify;">"Meski bangga karena untuk kesekian kali anggota dari KachiFA mendapat penghargaan internasional, kesulitan yang selama ini dirasakan adalah menghadiri undangan," kata Pembina KachiFA, Ary Pudyanti di Pontianak, Senin.<br /><br />KachiFA atau Khatulistiwa Child Fund Arts, merupakan sanggar lukis yang menaungi sejumlah anak berbakat di bidang seni.<br /><br />Dua binaan KachiFA yang meraih penghargaan itu adalah Risang Dewandaru (12) dan Jeamyma Pazsa (12), masing-masing siswa Kelas VII SMPN 3 Pontianak dan siswi Kelas VII SMPN 10 Pontianak.<br /><br />Kegiatan itu diselenggarakan oleh the International Child Art Foundation (ICAF). Kedua anak berprestasi tersebut diundang untuk menerima ICAF Award at the World Children’s Award Banquet pada tanggal 19 Juni 2011 dan lukisan mereka akan dipamerkan di The National Mall, Washington DC selama Festival Anak-anak Se-Dunia berlangsung.<br /><br />"Karena kemenangan mereka ini merupakan tingkat dunia, maka para pemenang otomatis harus berangkat ke tempat akan menerima penghargaan," kata Ary Pudyanti.<br /><br />Ia mengungkapkan, Risang dan Jeamyma sudah mengirim surat ke beberapa menteri bahkan presiden, namun rata-rata tanggapan mereka sama, yaitu tidak ada anggaran.<br /><br />"Ini kendalanya, dana tidak didukung, semua sudah kami lakukan agar anak-anak bisa berangkat kesana. Kami akan bertemu Gubernur Kalbar, semoga saja bisa difasilitasi," kata Ary.<br /><br />Ia menambahkan sebelumnya dua anak didik KachiFA juga menerima penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yakni Alyarosa dan Risang.<br /><br />Penghargaan yang akan diterima Alyarosa karena anak ini menyabet "First Winner Peace Pals Art Contest on theme Communicating Peace".<br /><br />Sedangkan Risang berhasil meraih peringkat dua lomba yang sama.<br /><br />KachiFA didirikan 5 Juni 2006, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup. Ary menambahkan, pendiri sanggar lukis ini merupakan ibu-ibu yang memiliki kegemaran membuat kegiatan positif untuk merangsang kreativitas anak.<br /><br />Kegiatan anak-anak KachiFA tidak hanya sekadar berlatih menggambar dan mengikuti lomba, mereka juga produktif menghasilkan lukisan dan telah berpartisipasi dalam lelang lukisan di berbagai acara yang bekerja sama dengan berbagai pihak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>