Pemerintah Berencana Bangun Jalur Inspeksi Perbatasan

oleh
oleh

Pemerintah Pusat berencana membangun jalur inspeksi perbatasan mulai dari batas negara di wilayah Kalimantan Utara hingga Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Sekarang, jalur inspeksi perbatasan jadi inisiasi Pemerintah Pusat. Banyak daerah yang tidak mengetahuinya," kata Kepala Unit Pos Lintas Batas Aruk Pemprov Kalimantan Barat, Manto Saidi, di Pontianak, Rabu.<br /><br />Manto Saidi sebelumnya diikutkan dalam tim penegasan garis batas Indonesia dengan Malaysia. Setelah dua tahun dilibatkan, berdiri Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).<br /><br />Menurut dia, dari berbagai diskusi salah satu yang menjadi masalah adalah infrastruktur terbatas. "Sehingga kemudian muncul gagasan membangun jalan di perbatasan, yang diubah menjadi jalur inspeksi perbatasan," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan bahwa selama beberapa dekade hubungan Kalbar dan Sarawak sering terjadi permasalahan yang terkait langsung dengan patok batas.<br /><br />Kondisi tersebut berdampak pada masalah sosial ekonomi seperti pencurian sumber daya alam, degradasi nasionalisme, pergeseran hak-hak ekonomi masyarakat perbatasan dan masalah lainnya.<br /><br />"Sehingga dipandang penting dibangunnya jalur tersebut," ujar dia. Jalur inspeksi perbatasan itu nantinya hanya dapat dilalui sepeda motor. Tujuannya untuk mencegah eksploitasi berlebihan terhadap kekayaan alam yang ada di sekitar jalur tersebut.<br /><br />Lebar jalur inspeksi perbatasan nantinya sekitar dua meter. Jarak dengan patok perbatasan, berkisar 20 meter sampai 50 meter. "Kalau di Kalbar, panjangnya sekitar 966 kilometer," katanya.<br /><br />Dana yang dibutuhkan rata-rata Rp3,5 miliar per kilometer. Di daerah tertentu di kawasan konservasi, dananya membengkak hingga Rp6 miliar.<br /><br />"Karena harus mempertimbangkan hewan yang lewat, maka perlu dibuatkan jalur khusus," katanya.<br /><br />Menurut rencana, pembangunan akan dimulai dari sisi timur perbatasan menuju bagian barat.<br /><br />Ia mengaku hingga kini belum ada petunjuk teknis pembangunan jalur inspeksi perbatasan. "Desain baru selesai di beberapa ruas," kata dia.<br /><br />Selain itu, juga memperhatikan tanaman yang bakal diperbolehkan di kawasan tersebut.<br /><br />"Ini pekerjaan panjang butuh waktu lama," kata Manto Saidi. (das/ant)</p>