Pemerintah Di Ingatkan Siaga Pangan Hadapi Lebaran

oleh

Anggota Komisi IV DPR RI Ma’mur Hasanuddin mengingatkan Pemerintah yakni Mentan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Bulog dan Menteri Perdagangan agar siap siaga terhadap ketersediaan pangan dan kestabilan harga. <p style="text-align: justify;">Anggota Komisi IV DPR RI Ma’mur Hasanuddin mengingatkan Pemerintah yakni Mentan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Bulog dan Menteri Perdagangan agar siap siaga terhadap ketersediaan pangan dan kestabilan harga.<br /><br />Kepada pers di gedung DPR Jakarta, Selasa, Ma’mur mengemukakan bahwa pihaknya melihat situasi pangan ini mesti dipersiapkan sejak awal secara terencana dan terkoordinasi mengingat hampir berakhirnya masa panen raya dan adanya uji coba pemerintah pada pembatasan subsidi BBM di pulau Jawa 1 Juli mendatang.<br /><br />"Pemerintah akan semakin kelabakan dalam menghadapi masalah pangan jika tidak diantisipasi sejak awal karena ke depan, musim libur anak sekolah, uji pembatasan BBM bersubsidi, Bulan Puasa dan Lebaran merupakan tantangan pemerintah dalam mengendalikan masalah pangan," katanya.<br /><br />Politisi PKS itu mencontohkan gelagat mulai munculnya ketidakstabilan harga pangan terutama beras di Jawa Barat yang merupakan lumbung padi terbesar di Indonesia sudah terjadi. Di Kota Banjar dan sekitarnya, beras sudah menembus angka Rp6.000 per kg.<br /><br />Bukan hanya beras, gula juga masih memiliki kendala efisiensi produksi terkait dengan buruknya kualitas mesin giling pabrik gula di Indonesia.<br /><br />Ma’mur menilai, mesin-mesin pabrik gula di Indonesia sudah saatnya direvitalisasi dengan segera. Petani tebu hingga saat ini telah merugi miliaran rupiah akibat selisih rendeman yang disebabkan mesin giling yang tidak efisien.<br /><br />"Pemerintah jika ingin serius mencapai swasembada gula, tidak usah buat program macam-macam yang tidak bermanfaat, cukup ganti mesin-mesin tua pabrik gula dan lindungi petani terhadap permainan harga dan rendeman gula," ujarnya, Selain beras dan gula, tantangan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan ikan hingga lebaran juga masih akan menghadapi berbagai persoalan. Cuaca buruk telah memaksa para nelayan untuk tidak melaut.<br /><br />Dikemukakannya, berbagai permasalahan perikanan yang dihadapi penyedia ikan, baik tangkapan dari laut maupun budi daya, masih menjadi pekerjaan yang belum diselesaikan kementerian kelautan dan perikanan.<br /><br />"Saat ini, harga ikan naik hingga 50 persen akibat cuaca buruk untuk ikan tangkap, maupun harga pakan yang masih mahal untuk ikan budidaya," ujarnya.<br /><br />Revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan telah memasukan komponen perikanan sebagai produk pangan. "Negara kita dikelilingi laut penuh ikan dan tanah subur menumbuhkan pangan. Jangan sampai karena kelalaian, pangan menjadi masalah di saat jelang lebaran," demikian Ma’mur.(Eka/Ant)</p>