Pemerintah Didesak Bangun Pengaman Jembatan Bajarum

oleh

Pemerintah didesak segera membangun pengaman Jembatan (fender) Bajarum Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah agar tidak lagi ditabrak tongkang. <p style="text-align: justify;">"Yang sangat perlu diatasi adalah pembangunan pengaman jembatan supaya tiang jembatan tidak lagi ditabrak tongkang," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forbes, Audy Valent di Sampit, Sabtu.<br /><br />Jembatan Bajarum sempat ditutup untuk lalu lintas mobil setelah mengalami kerusakan serius akibat ditabrak tongkang bermuatan bijih besi 21 Desember 2013 lalu.<br /><br />Rabu lalu, pemerintah daerah kembali membuka total lalu lintas di atas jembatan yang terletak di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan itu setelah perbaikan dinyatakan selesai dan hasil ujicoba menunjukkan jembatan aman dilewati kendaraan besar.<br /><br />Meski begitu, masyarakat khawatir insiden serupa akan terulang kembali. Apalagi kini pemerintah daerah kembali mengizinkan tongkang pengangkut hasil tambang, kebun sawit dan kehutanan untuk melintas di bawah Jembatan Bajarum.<br /><br />Kekhawatiran masyarakat cukup beralasan mengingat saat ini pengaman jembatan banyak yang rusak akibat berkali-kali ditabrak tongkang namun belum diperbaiki.<br /><br />"Pengamanan berlapis pun tidak menjamin jembatan tersebut tidak ditabrak, apalagi pengamanan yang biasa-biasa saja. Makanya sebagai antisipasi, fender itu harus dibangun dengan kuat," saran Audy.<br /><br />Bupati Kotim, H Supian Hadi sepakat agar fender Jembatan Bajarum segera diperbaiki untuk mencegah terjadinya tabrakan langsung antara tongkang dengan pondasi jembatan.<br /><br />Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng terkait usulan pembangunan fender jembatan tersebut.<br /><br />Untuk pengawasan, Pemkab Kotim membangun dua pos yang menjadi tempat pemantauan lalu lintas barang, khususnya tongkang di sekitar jembatan tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>