Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan Operasi Pasar (OP) minyak tanah mengatasi melonjaknya harga bahan bakar tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskoperindag) HSU, Drs Yusfihani di Amuntai, ibu kota HSU, Jumat mengakui adanya OP untuk menekan harga minyak tanah di wilayah tersebut.<br /><br />Masalahnya harga minyak tanah terus merangkak akhir-akhir ini dan sudah capai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per liter.<br /><br />Oleh karena itu diperlukan tindakan OP sebanyak 4 ribu liter per kecamatan untuk dijual ke masyarakat dengan harga Rp4 ribu per liter,katanya.<br /><br />Yusfihani menduga langkanya minyak tanah akibat ulah pelansir dan agen nakal, karena sebagaimana halnya BBM jenis premium stok 60 ribu liter per hari semestinya mencukupi, namun hingga kini terus terjadi antrean di tiga SPBU yang ada di HSU.<br /><br />Dikatakan, terjadi aksi penyelewengan minyak tanah dan premium ini diduga karena adanya isu rencana pemerintah mencabut subsidi premium, bahkan terakhir subsidi untuk minyak tanah juga akan dihentikan.<br /><br />Hasil pemantauan OP Diskoperindag diserbu warga yang sudah lama mendambakan harga minyak murah.<br /><br />"Alhamdulillah bisa beli minyak tanah dengan harga murah" ujar satu Ibu yang pulang menenteng jerigen berisi minyak tanah karena kata ibu ini harga minyak tanah sekarang mahal padahal sangat diperlukan untuk memasak bagi keluarga.<br /><br />Yusfihani berharap OP dapat menyentuh masyarakat di desa desa tertinggal di HSU karena warganya pasti lebih menghajatkan minyak murah murah, "Jika beberapa hari kedepan harga minyak murah masih mahal kami akan kembali melakukan OP" janji Yusfihani.<br /><br />Sementara itu, selain minyak murah juga terjadi kelangkaan premium, hampir sebulan ini terus terjadi antrean pengendara motor dan mobil di SPBU, khususnya yang ada di banua lima dan Muara Tapus.<br /><br />Antrean terjadi sore pukul 17.00 WITA hingga malam hari dan cukup mengganggu arus lalu lintas karena badan jalan sempit khususnya di SPBU banua lima dan Muara Tapus.<br /><br />Aspani, salah satu warga yang setia antri di SPBU berharap masalah ini dapat secepatnya diatasi Pertamina dan aparat terkait agar bertindak lebih tegas terhadap para pelansir dan agen nakal yang diduga menimbun bahan bakar minyak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















