Pemerintah Ingin Wujudkan Sampit Kota Wisata

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus melakukan pembenahan untuk mewujudkan Sampit menjadi kota wisata pada 2015. <p style="text-align: justify;">"Saya berharap pada 2015 semua sudah terwujud, sebelum berakhir masa jabatan saya dengan pak Taufiq Mukri (wakil bupati). Kita ingin wujudkan Sampit sebagai kota wisata yang menjadi kebanggaan," kata Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi di Sampit, Senin.<br /><br />Saat ini pembenahan besar-besaran dilakukan untuk mempercantik Kota Sampit, sekitar Rp232 miliar anggaran dialokasikan untuk proyek tersebut dengan sistem pendanaan tahun jamak yakni pada 2013, 2014 dan 2015.<br /><br />Proyek yang dikerjakan di antaranya pembangunan bundaran Nanas di Kecamatan Kotabesi, bundaran Tugu Adipura, pintu gerbang, patung Tjilik Riwut dan penataan bundaran di Jalan Tjilik Riwut.<br /><br />Selain itu, penataan Taman Kota, pembangunan ikon Kota Sampit dengan maskot patung jelawat, pasar modern di lokasi eks Mentaya Theatre, penataan bundaran serta pembangunan "Islamic Center" di Jalan Jenderal Sudirman.<br /><br />"Ikon kota Sampit itu dibangun di pinggir Sungai Mentaya, seperti halnya di Singapura. Jadi dari sini kami berharap akan terbuka berbagai jenis peluang usaha kecil untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Supian.<br /><br />Tidak hanya di dalam kota, pembenahan juga dilakukan di objek-objek wisata di luar kota seperti Pantai Ujung Pandaran dan makam yang banyak dikunjungi di kawasan itu, pembenahan akses jalan dan "betang" di Desa Tumbang Gagu, yakni rumah berusia seratus tahun lebih yang merupakan rumah khas Suku Dayak.<br /><br />"Kalau kekayaan bahan tambang itu bisa habis, perkebunan juga ada kalanya lesu. Makanya, kita harus terus mencari alternatif peluang usaha bagi masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan pariwisata," ujarnya.<br /><br />Supian memahami kebijakannya dalam melakukan terobosan ini menuai pro dan kontra. Namun hal itu dianggapnya sebagai sesuatu yang wajar dan harus ditanggapi positif karena masyarakat belum melihat hasil nyatanya.<br /><br />Dia meminta doa dan dukungan masyarakat karena apa yang dilakukannya untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Timur. <strong>(das/ant)</strong></p>