Pemerintah Kalteng Gelar Pendidikan Politik Generasi Muda

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pendidikan politik generasi muda untuk memperkuat keterbukaan, kebersamaan dan toleransi di daerah yang penduduknya heterogen tersebut. <p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Achmad Diran di Palangka Raya, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan dapat memperkuat konsep pembangunan daerah yang diharapkan generasi muda memahami kebersaman dalam kehidupan.<br /><br />"Beragam suku bangsa, agama dan budaya berdomisili di Provinsi Kalteng dan penduduknya heterogen. Oleh karena itu, generasi muda daerah ini diharapkan dapat memahami politik dalam kehidupan sesama anak bangsa," katanya.<br /><br />Upaya membangun kebersamaan itu membutuhkan konsep pembangunan daerah yang dapat memperkuat keterbukaan, kebersamaan, toleransi kultural dan kerukunan antarumat beragama, suku, ras maupun golongan dalam masyarakat.<br /><br />Selain itu, Kalteng dengan aneka ragam suku bangsa, agama dan budaya, maka perlu upaya menumbuhkan rasa kebersamaan, salah satunya adalah dengan pendidikan politik bagi generasi muda.<br /><br />"Pendidikan politik sangat penting dalam rangka peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda dalam rangka menciptakan dan meningkatkan kualitas intelektual, wawasan, mental dan spiritual mereka," terangnya.<br /><br />Menurut Wagub, pemuda sebagai generasi pelanjut estafet pembangunan masa depan, sangat menentukan nasib bangsa dan Negara, karenanya, solidaritas sosial sebagai bangsa yang heterogen sangat dibutuhkan untuk menghindari disintegrasi bangsa.<br /><br />Keanekaragaman itu bisa menjadi potensi konflik ketika perbedaan dijadikan simbol identitas untuk membedakan agama, etnis dan kebudayaan sendiri dengan yang lainnya, kemajemukan sebagai khazanah budaya bangsa.<br /><br />Wagub mengatakan, kemajemukan harus dipahami sebagai suatu potensi saling menguatkan. Selain itu pluralitas sosial budaya sudah seharusnya menjadi perhatian bersama kaum pemuda, mahasiswa, para pemuka agama dan tokoh masyarakat.<br /><br />Dia mengatakan, ini menjadi perhatian untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah suku, agama dan ras (SARA), serta bersama-sama mendorong arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam suatu keberagaman (unity in diversity).<br /><br />Menghadapi masalah bangsa, agama dan etnisitas, Kalteng memiliki tradisi turun temurun diwariskan nenek moyang, dengan tetap hidup bermartabat, rukun, bahu membahu serta menjunjung tinggi budaya bangsa didasarkan semangat Huma Betang dan Bhineka Tunggal Ika.<br /><br />Dalam seminar itu, menghadirkan pembicara konsultan ahli DPR RI Prof Dr Arifin Anwar MS, akademisi Universitas Indonesia (UI) Dr Syarif Satimen M. Ag, serta Ketua DPD Jami’atul Islamiyah dan dari Kalteng sendiri Dr Muhammad M. Ag.<strong> (das/ant)</strong></p>