Home / Tak Berkategori

Pemerintah Pusat Harus Evaluasi Pola Pengiriman Transmigrasi

- Jurnalis

Selasa, 29 November 2011 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang menilai rencana dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk membangun 12 kawasan transmigrasi sebagai embrio kawasan perkotaan baru di daerah perbatasan, harus kembali dipikirkan dengan matang. <p style="text-align: justify;">"Pola yang diterapkan di masa lalu harus dilakukan evaluasi," kata Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang Askiman, Selasa (29/11/2011).<br /><br />Dia melihat pengalaman program transmigrasi masa orde baru dimana menurutnya program transmigrasi gencar dilakukan, namun penduduk lokal tidak pernah diberikan pembinaan menyeluruh.<br /><br />"Sehingga timbul ketimpangan dengan warga lokal dalam hal pembangunan," katanya.<br /><br />Menurutnya, sebelum Kemenakertrans melaksanakan program tersebut, sudah selayaknya memulai dengan melakukan pembinaan mengenai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat kepada para calon transmigran.<br /><br />"Ini perlu dilakukan, agar warga transmigran ketika datang ke lokasi yang ditetapkan sudah siap pula menerima kondisi baik sosial, ekonomi dan budaya masyarakat lokal sehingga terjadi sinergisitas serta sinkronisasi," ucapnya.<br /><br />Dengan demikian, lanjut dia, antisipasi terhadap kesenjangan sosial antara pendatang dalam hal ini warga transmigrasi dengan penduduk lokal sudah dapat diminimalisasi.<br /><br />Pada dasarnya kata Askiman, warga Kalbar tidak menolak kehadiran penduduk yang berpindah wilayah, tetapi hanya kepada pola dan kebijakan dari pemerintah pusat yang perlu dilakukan evaluasi.<br /><br />"Jadi program transmigrasi itu tidak sekadar hanya untuk jargon membuka keterisolasian suatu wilayah, namun lebih dari itu adalah membawa kemakmuran baik pendatang dan juga warga lokal," kata dia.<br /><br />Senada disampaikan Koordinator Komunitas Informasi Masyarakat Perbatasan (Kimtas) Kabupaten Sintang Ambresius Murjani yang merasa kecewa serta mempertanyakan rencana program transmigrasi yang dirancang Kemenakertrans tersebut.<br /><br />"Relokasikan saja warga lokal untuk ditempatkan di perbatasan, kalau memang tujuan transmigrasi tersebut terkait dengan permasalahan perbatasan," ujarnya.<br /><br />Namun demikian, jika harus terus dilakukan dengan pemindahan penduduk dari satu wilayah, maka dia mengusulkan komposisinya 70 persen warga lokal dan sisinya adalah warga transmigrasi.<br /><br />"Dengan komposisi itu, kesenjangan antara warga lokal dengan pendatang tidak akan terjadi dan warga lokal akan banyak belajar dari pendatang," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>

Berita Terkait

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Berita Terbaru