Pemerintah Tetap Berikan Kompensasi Dana Tunai

oleh

Pemerintah tetap akan memberikan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi berbentuk dana tunai kepada masyarakat miskin. <p style="text-align: justify;">Menteri ESDM Jero Wacik usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Jakarta, Selasa mengatakan, masyarakat miskin akan terkena dampak paling besar akibat kenaikan harga BBM.<br /><br />"Rakyat miskin butuh kompensasi (dana tunai) ini sebagai proteksi langsung. Kalau harga BBM naik, mereka pasti kelimpungan," katanya.<br /><br />Ia mengakui, pemberian dana tunai yang disebut bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak bersifat produktif.<br /><br />Namun, lanjutnya, pemerintah juga akan menyediakan kompensasi lain yang produktif sebagai akibat kenaikan harga BBM.<br /><br />Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pembukaan Musrenbangnas itu menyampaikan, pemerintah sudah menyiapkan bentuk-bentuk kompensasi yang akan disampaikan ke DPR.<br /><br />Ada empat bentuk kompensasi yakni bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) berupa transfer dana tunai, beras miskin, bea siswa yang diberikan secara tunai, dan program keluarga harapan (PKH).<br /><br />Selain itu, juga disiapkan bantuan kepada masyarakat yang dikeluarkan melalui kementerian dan pemerintah daerah.<br /><br />Di samping, bantuan pasar murah oleh BUMN dan swasta.<br /><br />Untuk besaran kompensasi, menurut Presiden, tergantung ketersediaan dana di APBN.<strong>(das/ant)</strong><br /><br /></p>