Home / Tak Berkategori

Pemerintah Tidak Cermat Menghitung Subsidi Energi

- Jurnalis

Rabu, 3 Januari 2018 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyusul penggelontoran dana subsidi energi untuk BBM dan listrik sepanjang 2017 yang melebihi mata anggaran dalam APBN-P 2017, pemerintah pun dinilai tidak cermat dan tak mampu mengukur harga listrik sekaligus tak mampu pula memprediksi gejolak harga minyak dunia. <p style="text-align: justify;">Menteri Keuangan Sri Mulyani misalnya, beberapa waktu lalu dalam konferensi persnya menyatakan, subsidi BBM dan elpiji telah dibayarkan pemerintah sebesar Rp 46 triliun, lebih tinggi daripada APBN-P 2017 yang hanya Rp 44,5 triliun. Sementara untuk subsidi listrik diberikan Rp 50,6 triliun dari yang dianggarkan dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 45,4 triliun.<br /><br />Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir yang dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (03/1/2018), menilai, Kementerian ESDM tampaknya tidak profesional menghitung dan memprediksi kebutuhan anggaran untuk sektor energi. “Itu tandanya Menteri ESDM tidak profesional menghitung dan memprediksi anggaran. Masak harga minyak dunia tidak bisa diprediksi? Masak harga listrik tidak bisa diukur?” ujar politisi PAN tersebut, penuh tanda tanya.<br /><br />Sebelumnya, Menkeu mengungkapkan, penggelontoran subsidi tersebut lantaran dua BUMN sektor energi, yaitu PT. Pertamina dan PT. PLN mengalami tekanan karena tingginya harga minyak dunia dan kewajiban membayar kurang bayar (carry over) tahun lalu. Menurut Hafisz, pemberian subsidi melebihi mata anggaran boleh saja. Tapi, selama ini sudah banyak kajian yang bisa digunakan pemerintah dalam menghitung kebutuhan anggaran subsidi energi.<br /><br />“Emangnya selama ini tidak pernah ada kajian? Memberikan subsidi lebih dari yang dianggarkan APBN-P 2017 boleh saja. Tapi, merubah mata anggaran itu kan, berarti pemerintah tidak cermat. Kalau kita kuliah, dapat diartikan tidak lulus, karena tidak bisa memprediksi dalam menjawab persoalan,” kilah mantan Ketua Komisi VI DPR ini. (mh/sc)</p> <p> </p> <p style="text-align: justify;">Sumber:http://www.dpr.go.id</p>

Berita Terkait

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026
Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang
Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu
Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial
Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh
Besi Pengaman Jembatan Melawi II Dicuri, Infrastruktur Vital Dibobol: Polisi Buru Pelaku
DPMPTSP Sintang Sediakan Berbagai Saluran Pengaduan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Kepala DPMPTSP Sintang Pimpin Rapat Pembahasan Pengaduan PBG

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Sintang Tegaskan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Sukses Pengamanan Idul Fitri 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:52 WIB

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:46 WIB

Wabup Sintang Hadiri Safari Ramadhan PHBI Sintang di Masjid Darusalam Desa Merarai Satu

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:23 WIB

Camat Montallat Apresiasi PT TOP Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Salurkan Bantuan Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:16 WIB

Sengketa Lahan Adat Libatkan Perusahaan Tambang, Perkara Muliadi Cs Bergulir di PN Muara Teweh

Berita Terbaru

Eksekutif

Wabup Sintang Hadiri Peninjauan Lokasi TMMD di Masuka Sintang

Kamis, 5 Mar 2026 - 20:52 WIB