Pemilik Pangkalan Pertanyakan pensuplaian Minyak

oleh

Sejumlah pemilik pangkalan Minyak tanah (Mita) Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang, mempertanyakan penyaluran minyak tanyak yang disalurkan PT Sepauk Indah selaku agen minyak tanah yang mensuplai ke seluruh pangkalan minyak tanah di Kecamatan Sepauk. <p style="text-align: justify;">Menurut Hendra salah satu pemilik pangkalan mengatakan seharusnya minyak tanah yang mereka terima dari agen sesuai dengan jatah yang telah dijatahkan Pertamina setiap bulannya. Kecamatan Sepauk mendapat jatah 23 tanki masing-masing 5000 liter pertankinya dan dikelola 10 pangkalan yang ada di Kecamatan Sepauk sesuai dengan izin yang telah ditetapkan baik pihak desa maupun pihak kecamatan. Sementara saat ini yang mereka terima hanya 7 tanki saja.  <br /><br />“Kita tidak tahu kemana sisanya, setiap kali kita pertanyakan masalah ini kepihak agen. Mereka hanya bilang, mereka mau mengejar target untuk mengembalikan modal pembelian PT Sepauk Indah ini. mengigat penggunaan minyak tanah pada bulan September mendatang akan dihapus oleh Pemerintah,” ungkap Hendra satu diantara pemilik pangkalan, di Kecamatan Sepauk, Senin (4/06/2012).<br /><br />Lebih lanjut Hendra menjelaskan sebelumnya PT Sepauk Indah ini dikelola oleh Alexander, karena beliau sudah tidak sanggup meneruskan perusahaan tersebut akhirnya dijual kepada Jawawi, kepemilik sekarang yakni Jawawi. <br /><br />Setelah berubah kepemilikkan inilah jatah minyak yang diterimanya berubah dan tidak tahu kemana sisanya. Sementara setelah mereka mengcros cek langsung kepihak pertamina pendistribunsian jatah tidak pernah berubah, meskipun dipindah tangankan. Karena itu sudah merupakan hak masyarakat.<br />“Kalau memang alasan mereka itu, kenapa kita yang dikorbankan untuk menutup target pembeliannya. Minyak tanah inikan jelas untuk masyarakat disini.” Ungkap Hendra.<br /><br /> Akibat dari pengurangan stok dari PT Sepauk Indah, masyarakat Sepauk kesulitan mendapat minyak tanah. Sehingga tidak heran hampir setiap hari masyarakat mengeluh ke pihak pangkalan karena tidak mendapat minyak tanah. <br /><br />Bahkan lanjut Hendra pada bulan Juni ini pihak agen sudah mengeluarkan kontrak kerja baru, yakni setiap pangkalan hanya boleh mendapat satu tanki saja.  Padahal 23 tanki itu dibagi rata ke-10 pangkalan yang ada di Kecamatan Sepauk.<br /><br /> <br />Hendra berharapkan pihak pertamina segera mengambil tindakan, karena ini sudah jelas melanggar kesepakatan kerja. Terlebih masyarakat yang benar-benar membutuhkan akan semakin kesulitan mendapat minyak tanah. “Kita juga akan melaporkan masalah ini ke Polres Sintang. Agar pihak Polres juga bisa melakukan penyelidikan.” Ungkapnya.<br /><br />Sementara penggurus PT Sepauk Indah, Syarif  M Ayub Alkadrie saat dikonfirmasi mengatakan, alasan mereka menguragi jatah penyaluran minyak tanah ke setiap pangkalan tersebut, mekanisme pendistribusian minyak itu tidak semestinya harus melalui pangkalan saja. Tapi bisa juga disalurkan langsung pihak agen ke masyarakat dengan catatan masyarakat setempat meminta langsung untuk disalurkan kedaerahnya. <br /><br />“Mereka keberatan saya pikir wajar, karena dulunya sebelum PT Sepauk Indah ini dipindah tangankan kebijakannya seperti itu. sekarang pemiliknya kan bukan yang lama lagi. artinya kebijakannya juga akan berubah,” Kata Ayub.<br /><br />Apalagi lanjut Ayub para pangkalan yang merasa keberatan itu rata-rata menurut laporan masyarakat minyaknya banyak yang tidak sampai kemereka. Sementara dalam ijin pembuatan pangkalan mereka mengatasnamakan masyarakat setempat. Selain itu para pemilik pangkalan ini juga tidak mengetahui pangkalan-pangkalan lainnya yang juga terdaftar sebagai pangkalan yang mendapat minyak dari agen tersebut. <br /><br />“Mereka ini hanya tahunya 10 pangkalan saja yang kita layani, padahal ada 13 pangkalan lagi, yang tersebar diwilayah Binjai dan Melawi,” Jelasnya.<strong> (ast)</strong></p>