Pemilik SPBU Gembaraya Bantah Tuduhan Morits

oleh
oleh

Tuduhan melayani kendaraan pengantri BBM yang menggunakan tangki siluman oleh Morits, warga desa Gembaraya dusun Ransi dibantah keras oleh pihak SPBU Agus Sumani. <p>“Tidak benar itu, foto-foto yang ditunjukan itu adalah foto-foto lama.<br />Jadi apa yang dituduhkan kepada kami itu tidak benar,”ungkap Muhammad<br />Sabran, manajer SPBU Agus Sumani saat ditemui di kediamannya kawasan<br />Jln.YC.Oevang Oeray Sintang Jumat (6/4) kemarin.<br /><br />Lebih lanjut, pemuda yang akrab disapa Aan ini mengatakan bahwa selama<br />tidak ada persoalan di SPBU milik perserongan tersebut. Apalagi sejak<br />pihak Mapolsek Kelam Permai menempatkan petugas polisi di SPBU yang<br />berada di desa Gembaraya tersebut.<br /><br />“Selama ini tidak pernah ada masalah, hanya si Morits itu yang selalu<br />membuat masalah. Tapi kami sudah paham apa latar belakang dibalik apa<br />yang dia lakukan ini,”tegas Aan.<br /><br />Aan sendiri mengaku terkejut saat ditelpon pimpinannya Agus Sumani<br />yang tengah berada di luar kota tentang dilaporkanya SPBU tempatnya<br />bekerja kepada polisi. Ia pun lalu bergegas kembali ke kota Sintang<br />dari SPBU Gembaraya yang  memerlukan waktu kurang lebih selama 1 jam.<br /><br />“Informasi yang kami terima dari petugas polisi yang ada di SPBU<br />justru katanya ada keributan di SPBU kami. Saya heran, siapa yang<br />meyebarkan informasi itu, sebab tidak ada masalah apapun apalagi<br />keributan,”ujarnya.<br /><br />Rupanya setelah dirunut, kedatangan Morits dan dua warga Gembaraya ke<br />Mapolres Sintang membuat Kapolres bertanya kepada Kapolsek Kelam<br />Permai apakah telah terjadi keributan di SPBU tersebut. Kapolsek Kelam<br />Permai pun segera menghubungi anggotanya yang ditempatkan di SPBU Agus<br />Sumani.<br /><br />“Bohon juga jika dikatakan bahwa SPBU kami sudah di skorsing oleh<br />pertamina sebanyak dua kali,”tegasnya.<br />Menurutnya pihak pertamina baru melakukan skorsing kepada SPBU Agus<br />Sumani sekali saja. Akibat skorsing itu menurutnya saat itu pertamina<br />selama beberapa waktu tidak memberikan jatah pasokan solar kepada SPBU<br />Agus Sumani. Namun kemudian skorsing berakhir dan pasokan lancar<br />seperti semula.<br /><br />Diyakini Aan, aksi Morits melaporkan SPBU Agus Sumani dengan<br />memberikan foto-foto lama masih merupakan rentetan masalah antara<br />dirinya dengan salah satu karyawan SPBU yang kini telah dipecat.<br />Aan juga membantah jika SPBU tempatnya bekerja menjual BBM baik jenis<br />premium maupun solar diatas harga yang telah ditentukan.<br /><br />“Kami tetap menjual BBM dengan harga yang telah ditentukan,”tegasnya lagi.<br />Ditanya apakah Morits yang tinggal tepat di depan SPBU merupakan salah<br />satu pengantri, Aan mengatakan kini tidak lagi pernah menjumpainya.<br /><br />Yang diketahuinya adalah bahwa mobil milik Morits pernah digunakan<br />oleh orang lain untuk mengantri BBM beberapa waktu lalu. <strong>(ek/ast)</strong></p>