Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalsel, mendukung pengembangan industri batu mulia, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan harga barang berharga itu dipasaran. <p style="text-align: justify;">"Pemkab Banjar mendukung pengembangan industri batu mulia karena Kota Martapura dikenal dengan sebutan kota intan, sehingga produksi dan kualitasnya harus ditingkatkan," ujar Bupati Banjar, Khairul Saleh, Kamis.<br /><br />Hal itu dikatakan bupati saat membuka temu usaha bagi industri kecil dan menengah batu permata dan batu mulia yang diikuti pengrajin dan pengusaha permata se Kabupaten Banjar di guest house Sultan Sulaiman Martapura.<br /><br />Menurut bupati, salah satu upaya Pemkab mendukung pengembangan industri batu mulia adalah membangun pusat perdagangan batu permata dan kerajinan emas/perak yang diberi nama pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS).<br /><br />Selain membangun pusat perdagangan CBS yang berlokasi di pusat Kota Martapura itu, Pemkab juga membuka pasar tradisional pedagang intan serta membangun gedung Dekranasda sebagai pusat promosi batu olahan pengrajin.<br /><br />"Pembangunan sarana prasarana pendukung itu bertujuan memudahkan pengrajin memasarkan hasil kerajinannya berupa batu mulia maupun kerajian emas/perak yang diolah sedemikian rupa," ungkapnya.<br /><br />Dikatakan, batu permata atau intan yang berasal dari Martapura menempati kualitas nomor satu di dunia, tetapi masih kalah bersaing dari segi pengolahan dan polesannya.<br /><br />Bahkan, kata dia, kualitas intan Martapura mengalahkan batu mulia dari berbagai negara, di antaranya Israel, Afrika Selatan, Belgia maupun negara eropa lainnya yang wilayahnya memiliki kandungan batu mulia.<br /><br />"Dari segi kualitas, intan Martapura memang nomor satu, tetapi karena pengolahan dan pemolesannya kurang baik sehingga harganya lebih rendah dibanding batu mulia negara lain yang pengolahannya lebih baik," ujarnya.<br /><br />Ia mengharapkan melalui temu usaha yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar itu, pengrajin batu mulia bisa meningkatkan pengolahan sehingga harganya lebih tinggi.<br /><br />Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Ramlan, mengatakan, tujuan kegiatan adalah menjalin kerja sama antara stakeholder dengan perajin/pengusaha industri kecil menengah di kabupaten setempat.<br /><br />"Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan tercapainya pertumbuhan kompetitif inti industri daerah dengan produk yang berdaya saing kuat dan mandiri," ujarnya.<br /><br />Kegiatan sehari itu diikuti pengrajin batu mulia dan batu permata, pengrajin dan pengusaha emas dan perak, pengusaha dan pedagang permata di pertokoan CBS serta tokoh masyarakat dan anggota DPRD Banjar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














