Home / Tak Berkategori

Pemkab Banjar Kaji Strategi Pengendalian Banjir

- Jurnalis

Minggu, 8 Mei 2011 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten (Pembak) Banjar, Kalimantan Selatan, siap mengkaji strategi pengendalian banjir karena daerah itu kerap menghadapi bencana tersebut setiap musim hujan. <p style="text-align: justify;">"Kami siap mengkaji strategi pengendalian banjir sehingga kebanjiran yang selalu terjadi setiap musim hujan bisa diantisipasi dan dikendalikan," kata Bupati Banjar, Khairul Saleh, di Martapura, Minggu.<br /><br />Pernyataan itu disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banjar terkait banjir yang melanda sedikitnya empat kecamatan di daerah setempat akibat luapan Sungai Riam Kiwa.<br /><br />Pihaknya sudah menjalin kesepakatan dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin untuk menyiapkan kajian strategi pengendalian banjir.<br /><br />"Kajian yang memuat strategi pengendalian banjir itu merupakan solusi dalam mengantisipasi terjadinya banjir sehingga setiap potensi banjir bisa dicegah dan diantisipasi sedini mungkin," katanya.<br /><br />Selain memuat strategi pengendalian banjir, katanya, kajian juga merangkum setiap saran dan pendapat berbagai pihak terkait baik anggota, tokoh masyarakat, sosiolog, maupun para ahli di bidangnya.<br /><br />Apabila kajian itu rampung dan strategi bisa dijalankan dengan baik dan benar, katanya, pada jangka waktu tiga tahun ke depan Kabupaten Banjar bebas dari banjir.<br /><br />"Jika kajian dan strategi pengendalian banjir bisa dilaksanakan secara baik maka banjir bisa dihindari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan takut lagi terhadap banjir setiap musim hujan," katanya.<br /><br />Banjir yang melanda Kabupaten Banjar akibat tingginya curah hujan di dataran tinggi di kawasan Pegunungan Meratus, sehingga air yang turun ke dataran rendah membuat sejumlah kecamatan tergenang.<br /><br />Air hujan tersebut tidak mampu ditampung di bagian hulu Sungai Riam Kiwa sehingga luapan air meluber dari sepanjang aliran sungai.<br /><br />Banjir selama seminggu terakhir melanda sedikitnya empat kecamatan yakni Pengaron, Simpang Empat, Mataraman, dan Astambul dengan merendam ribuan rumah penduduk setempat.<br /><br />Selain empat kecamatan di alur sungai itu, daerah lain di dataran rendah yakni Kecamatan Martapura Timur, Martapura Kota, Martapura Barat, dan Kecamatan Sungai Tabuk juga terkena banjir. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru