Pemerintah Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah membantu penyediaan kayu olahan untuk kebutuhan membangun rumah warga korban kebakaran pada 19 September 2011 di kawasan padat penduduk di Puruk Cahu. <p style="text-align: justify;">"Bantuan kayu olahan yang dihimpun dari sejumlah perusahaan HPH daerah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang rumahnya habis terbakar," kata Bupati Murung Raya (Mura) Willy M Yoseph di Puruk Cahu, Kamis.<br /><br />Menurut Willy, bantuan Akan disalurkan secara bertahap karena lokasi sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan dan pengolahan kayu lokasinya relatif jauh sehingga membutuhkan waktu.<br /><br />"Saya mengharapkan kayu olahan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga yang menerimanya dan selalu waspada terhadap bahaya musibah kebakaran," kata dia.<br /><br />Kepala Dinas Kehutanan Murung Raya Pahala Budiawan mengatakan, kayu olahan ini hibah dari sejumlah perusahaan yang menanamkan investasi di kabupaten paling utara Kalteng sebesar lima persen dari realisasi produksi.<br /><br />"Hingga saat ini bantuan kayu itu terus disalurkan kepada korban kebakaran untuk membangun kembali tempat tinggalnya," kata dia.<br /><br />Pahala mengakui penyaluran kayu olahan ini terkesan lamban karena beberapa kendala yang terjadi untuk penyaluran bantuan tersebut di antaranya distribusi yang terkendala distribusi dan kendala teknis operasional perusahaan.<br /><br />Saat ini bantuan kayu olahan disalurkan sebanyak 15 meter kubik per kepala keluarga (KK) korban kebakaran dengan target yang akan disalurkan sekitar 180 m3 secara bertahap.<br /><br />"Masyarakat tidak perlu khawatir, bantuan kayu olahan akan terus disalurkan sampai target bantuan tercapai," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>















