Pemkab Barito Utara Buat Kawasan Agrowisata

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tahun 2016 memprogramkan pembangunan kawasan agrowisata dengan sasaran luas mencapai puluhan hektare. <p style="text-align: justify;">"Kawasan agrowisata ini nantinya berfungsi sebagai tempat pembibitan hortikultura dan wisata," kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Lokasi sentra pembibitan hortikulura milik Pemkab Barito Utara yang terletak di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu ini sudah ditanami puluhan jenis tanaman buah-buahan atau ratusan pohon induk seluas 11 hektare.<br /><br />Secara bertahap ke depannya luas kawasan tersebut dikembangkan hingga mencapai 50 hektare sehingga menjadi salah satu lokasi agrowisata yang menarik bagi kabupaten di pedalaman Sungai Barito.<br /><br />"Saat ini kami akan melakukan berbagai pembenahan untuk mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana yang ada di balai benih tersebut," kata dia.<br /><br />Budi menjelaskan, lokasi tersebut saat ini ditanami ratusan pohon durian dari berbagai varietas yang dikembangkan dengan cara okulasi dan sebagian besar sudah berbuah.<br /><br />Namun demikian ,pihaknya mulai saat ini terus mengembangkan lokasi tersebut sehingga kedepannya peruntukan kawasan itu sudah difungsikan seiring tanaman hortikultura sudah berbuah.<br /><br />"Jadi mulai saat ini lokasi itu akan menjadi pusat wisata buah-buahan baik jenis nasional maupun lokal," katanya.<br /><br />Tanaman yang dikembangkan di antaranya salak tanpa biji, kelengkeng dataran rendah, cempedak lokal, cempedak king (tanpa biji) bibitnya didatangkan dari Malaysia, alpukat, mangga, jeruk siam, duku Palembang, dan rambutan rapiah serta ratusan durian dari berbagai jenis baik varietas lokal dan unggul nasional "Untuk durian, kita mempunyai varitas lokal jenis gantar bumi yang dipatenkan menjadi unggul nasional yang dikembangkan dengan pola ukolasi," ujarnya.<br /><br />Selain itu juga, telah dikembangkan tanaman obat dan buah-buahan langka yang tumbuh di kawasan hutan daerah ini guna mencegah kepunahan.<br /><br />"Sejumlah tanaman obat dan buah-buahan itu kami tanam dengan sistem terasering di kawasan berbukitan," tambahnya.<br /><br />Buah-buahan langka yang hanya bisa didapat di sekitar hutan di kabupaten pedalaman Kalteng ini diantaranya tangkuhis, siwaw, bulau, tangkaring, manggis dan lanamon.Sedangkan tanaman obat langka diantaranya saluang belum, pasak bumi dan mahkota dewa.<br /><br />Selain kedua jenis tumbuhan langka itu di sentra agrowisata tersebut juga dikembangkan tanaman jenis empun-empun yaitu serai, jahe, laos dan temu kunci.<br /><br />"Khusus untuk tanaman obat tersebut biasanya digunakan warga suku Dayak sebagai minuman kesehatan dan penambah gairah serta semangat," katanya.<br /><br />Balai benih Pihaknya juga akan mengupayakan agar tanaman buah-buahan di balai Benih tersebut bisa berbuah diluar musim.<br /><br />"Upaya itu dengan melakukan penyiraman rutin terhadap tanaman yang ada, serta pemberian pupuk dan lainnya," ujar Budi.<br /><br />Selain itu pihaknya juga akan menjadikan Balai Benih Ikan (BBI) ikan di desa Tringsing, Kecamatan Teweh Selatan sebagai tempat wisata memancing untuk masyarakat.<br /><br />Di kawasan itu nantinya juga akan disediakan tempat untuk masyarakat memanggang ikan yang dihasilannya dari memancing pada kolam-kolam ikan yang ada.<br /><br />"Ini juga sekaligus penyaluran hobby bagi masyarakat yang suka memancing ikan. Di tempat tersebut juga disediakan kolem renanya bagi warga yang akan berenang," kata dia. (das/ant)</p>