Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengoperasionalkan pusat kesehatan hewan di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama Perkebunan Inti Rakyat Butong. <p style="text-align: justify;">"Puskeswan ini nanti melayani warga untuk melakukan kegiatan kawin suntik hewan dan kesehatan hewan lainnya," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Pemkab Barito Utara Indah Utari di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Untuk mendukung operasional puskeswan di Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan itu, pemkab setempat mengalokasikan dana penyediaan sejumlah fasilitas.<br /><br />Puskeswan yang dibangun pada 2008 melalui bantuan Pemprov Kalteng itu, sudah dilengkapi sarana dan prasarana kesehatan hewan.<br /><br />"Namun saat ini kami kekurangan petugas teknis untuk melayani masyarakat, saat ini hanya satu orang bertugas, sedangkan seorang lainnya masih pendidikan di Bogor, Jawa Barat," katanya.<br /><br />Indah mengatakan puskeswan itu memberikan pelayanan masyarakat di kawasan perkebunan kelapa sawit yang banyak memiliki ternak sapi dan kambing.<br /><br />Selama ini, katanya, untuk memberikan pelayanan kesehatan ternak milik petani plasma perkebunan kepala sawit itu, hanya dilakukan petugas peternakan.<br /><br />Namun, katanya, petugas itu sudah berpengalaman memberikan pengobatan terhadap ternak milik warga setempat.<br /><br />"Pelayanan untuk warga itu ke depannya diharapkan lebih maksimal dan didukung lengkapnya fasilitas puskeswan tersebut," katanya.<br /><br />Dia menjelaskan pemilihan lokasi tersebut karena perkembangan peternakan sapi di sejumlah desa di kawasan perkebunan kelapa sawit setempat cukup pesat. Jumlah ternak yang sebelumnya hanya puluhan ekor, saat ini sudah mencapai 500 ekor lebih.<br /><br />Kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut potensial dikembangkan ternak sapi. Ternak itu diusahakan petani plasma sawit tersebar di empat desa, meliputi Bukit Sawit, Pandran Permai, Pandran Jaya, dan Tawan Jaya.<br /><br />"Di lahan milik masyarakat itu banyak tumbuh rumput khusus makanan ternak yang ditambah limbah sawit dari perusahaan. Pakan inilah menghasilkan sapi kualitas bagus," katanya.<br /><br />Sebagai perbandingan, katanya, seekor sapi memakan rumput 20 kilogram per hari, berat tubuh baik sekitar empat ons, sedangkan pakan campuran rumput 16 kilogram ditambah limbah sawit empat kilogram menghasilkan bobot sapi tujuh ons per hari.<br /><br />Kelebihan lainnya, katanya, kulit sapi memakan rumput terlihat berkerut dan banyak lemak, namun sapi pemakan campuran limbah sawit dan rumput kelihatan lebih sehat, bersih, dan lemak di tubuh sedikit.<br /><br />"Secara ekonomis, kondisi sapi tersebut sangat menguntungkan para peternak sekaligus mendukung program pemerintah melalui kegiatan integrasi sapi di perkebunan sawit," kata Indah. <strong>(das/ant)</strong></p>


















