Pemkab Barito Utara Rehabilitasi 75 Sekolah

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tahun 2012 mengalokasikan dana untuk melakukan rehabilitasi sebanyak 75 sekolah baik SD dan SMP tersebar di enam kecamatan. <p style="text-align: justify;">"Rehabilitasi atau perbaikan gedung sekolah ini tidak bisa dilakukan secara menyeluruh karena dana terbatas sehingga dilakukan secara bertahap," kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Sofiansyah di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Menurut Sofiansyah, dari 75 sekolah tersebut 62 rehab untuk SD sebanyak 172 ruangan, dan 13 rehab untuk SMP dengan 33 ruangan. Pelaksanaannya perbaikan ruangan sekolah ini dilaksanakan dengan cara swakelola.<br /><br />"Selain rehab ruangan sekolah, pada tahun ini juga dilaksanakan rehab ruangan perpustakaan di 13 sekolah yang ada di daerah ini," katanya didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Ramadhan Fitriadi.<br /><br />Dia mengatakan, dana anggaran untuk perbaikan gedung SD untuk satu paket ruangan berkisar Rp 69,5 juta sedangkan untuk rehab ruangan perpustakaan satu paket sebesar Rp102 juta dan perabot perpustakaan Rp12, 6 juta.<br /><br />Sedangkan anggaran untuk rehab berat SMP untuk satu paket ruangan sebesar Rp90 juta.<br /><br />"Ini termasuk dengan meubeler dalam ruangan tersebut. Sedangkan peralatan laboratorium IPA Rp50 juta, peralatan laboratorium Bahasa serta peralatan IPS sebesar Rp9 juta.<br /><br />Perbaikan ruangan sekolah dan perpustakaan ini merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana gedung sekolah di daerah kita ini.<br /><br />Selain banyak gedung sekolah yang rusak yang perlu mendapat perhatian yakni pemerintah Kabupaten Barito Utara juga membutuhkan dana bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki ribuan unit rumah dinas guru dan penjaga sekolah yang kondisinya rusak.<br /><br />"Rumah dinas guru dan penjaga sekolah tersebut kondisinya memprihatinkan, hampir tidak pernah diperbaiki karena keterbatasan anggaran," katanya.<br /><br />Menurut dia, saat ini sebanyak 1.416 rumah dinas guru dan penjaga sekolah tersebar di enam kecamatan pada 177 sekolah dasar tidak layak huni.<br /><br />Hasil cek di lapangan, kata dia, sekitar 90 persen kondisi rumah dinas guru dan penjaga sekolah memang harus diperbaiki, dan diusulkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk dialokasikan tahun ini.<br /><br />"Saat ini rumah dinas yang diperbaiki hanya sekitar empat hingga lima unit saja, sedangkan selebihnya belum pernah," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>