Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tahun 2012 akan memindah (relokasi) pasar mingguan di Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat ke lokasi baru. <p style="text-align: justify;">"Relokasi ini dilakukan karena lokasi pasar yang ada sekarang kondisinya memprihantinkan dan rawan longsor yang berada di pinggiran Sungai Barito," kata Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pengelolaan Pasar Barito Utara (Barut), Jamaluddin di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Menurut Jamaluddin, selain kondisinya terancam longsor, pasar mingguan yang dilaksanakan para pedagang keliling di pedalaman Sungai Barito itu setiap hari Senin itu sudah tidak memungkinkan lagi dikembangkan karena lokasinya sempit.<br /><br />Hingga saat ini, masih dilakukan survei untuk menentukan lokasi yang tepat pemindahan bangun pasar itu. namun dalam pembangunan juga harus dekat dengan tepian sungai.<br /><br />"Alasan harus dekat pinggir sungai, guna memudahkan dalam melakukan bongkar muat barang dagangan mengingat mereka (pedagang) pada pasar tersebut mayoritas menggunakan kapal sungai untuk berdagang," katanya.<br /><br />Jamaludin mengatakan dalam membangun pasar pihaknya juga harus koordinasi dengan masyarakat sekitarnya menyangkut masalah tanah, karena tak mungkin ada pembangunan kalau tanahnya belum mempunyai legalitas.<br /><br />Legalitas yang dimaksudkan adalah status tanah jangan sampai ada hibah karena bisa membawa permasalahan dikemudian hari.Kendati hibah dari warga harus ada persetujuan kedua belah pihak yang memiliki kekuatan hukum.<br /><br />"Kita harapkan pembangunan pasar ditempat yang baru nanti dapat menjalan sesuai rencana tanpa ada hambatan," kata Jamaluddin.<br /><br />Dia mengatakan selain merelokasi pasar mingguan tersebut, pihaknya juga akan dilakukan rehabilitasi beberapa pasar lain diantaranya pasar bebas banjir (PBB) los bawah Muara Teweh, Pasar Desa Bintang Ninggi, Pasar Desa Lemo di Kecamatan Teweh Tengah, dan Pasar Desa Benao dan Pasar Kelurahan Lahei I Kecamatan Lahei.<br /><br />"Sejumlah pasar di kecamatan akan dibuat dari bahan baku kayu, sedangkan untuk pasar PBB Muara Teweh akan dibangun secara permanen karena letaknya di perkotaan," kata dia. <strong>(das/ant)</strong></p>















