Pemkab Barito Utara Tanam 15.000 Bibit Pohon

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melaksanakan penanaman 15.000 bibit pohon bantuan dari Kementerian Kehutanan guna mendukung kegiatan "Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon" tahun 2012. <p style="text-align: justify;">Kegiatan penanaman "Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon" ini akan dilakukan Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah, yang dipusatkan di sekitar Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh Jalan Negara kilometer 6,5 Kelurahan Jingah Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Bibit pohon yang disalurkan melalui Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Barito Banjarbaru, Kalimantan Selatan di antaranya tanaman kehutanan seperti bunga tanjung 1.500 batang, trembesi 2.500 batang dan glodokan tiang 500 batang.<br /><br />Kemudian untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) itu juga ditanam garahu 1.000 batang, karet 6.000 batang, durian 400 batang, rambutan 100 batang, cempedak 500 batang, sukun 1.000 batang dan kopi 1.500 batang.<br /><br />"Ribuan bibit pohon jenis kayu-kayuan dan tanaman serba guna tersebut juga ditanam masyarakat di daerah ini yang membutuhkan dan peduli dengan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan," kata Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah.<br /><br />Yuliansyah menjelaskan, manfaat penanaman pohon telah memberi sumbangan secara nyata, karena tidak hanya untuk mengurangi degradasi hutan serta menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca (perubahan iklim global).<br /><br />Selain itu, juga berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau, serta akan berdampak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di berbagai tempat di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini.<br /><br />"Kami siap mendukung gerakan menanam pohon satu miliar ini dengan mengembangkan bibit pohon bantuan itu untuk lebih banyak lagi," kata Bupati Barito Utara.<br /><br />Gerakan menanam satu miliar pohon dikembangkan di kawasan hutan desa dengan dilengkapi titik koordinat, dan di kawasan hutan yang tidak produktif di wilayah hutan rakyat atau hutan tanaman rakyat serta tidak menerbitkan alih fungsi dari perkebunan menjadi hutan rakyat.<br /><br />Di Barito Utara, katanya, kawasan yang menjadi lokasi penanaman pohon itu berada di kawasan lahan yang tidak produktif lagi diantaranya di eks hak pengusahaan hutan (HPH) maupun lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai ladang juga kemungkinan untuk reklamasi bekas pertambangan batu bara dan emas.<br /><br />"Pemkab Barito Utara mengharapkan dukungan dan partisipasi semua pihak dan segera menyosialisasikan ke semua pihak betapa pentingnya arti sebatang pohon bagi kehidupan manusia serta pohon dapat mengurangi emisi gas karbon hingga 26 persen mencegah pemanasan global," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>