Home / Tak Berkategori

Pemkab Kutim: Tak Ada Jembatan Besar Rusak

- Jurnalis

Rabu, 4 Januari 2012 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum mengatakan, hingga saat ini tidak ada 10 buah jembatan besar di Kutai Timur yang kondisinya mengalami kerusakan berat. <p style="text-align: justify;">Secara umum kondisi di seluruh jembatan di 18 Kecamatan Se-Kutai Timur dalam kondisi bagus dan tidak masalah, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir H Rori Taufani, Rabu.<br /><br />Dia mengatakan, selama ini timnya di Dinas rutin melakukan pengawasan, pengecekan dan perawatan terhadap seluruh jembatan, baik jembatan yang konstruksinya berbahan kayu atau pun dari beton.<br /><br />"Dalam waktu dekat ini tim Dinas pekerjaan umum akan dilakukan inventarisir seluruh jembatan di Kutai Timur, dalam rangka melakukan perbaikan di tahun 2012, jembatan mana saja yang perlu di perbaiki atau dibangun agar lebih berkualitas," katanya.<br /><br />Dikatakan Rory, sejauh ini tahun 2011 baru camat Kecamatan Kaubun yang melaporkan adanya jembatan yang rusak dan kita langsung turun. Meskipun jembatan itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi kami tetap dan sudah kami laporkan ke sana.<br /><br />Kemudian tahun 2010 lalu, Camat Long Masengat melaporkan adanya sebuah jembatan kayu yang rusak dan tim Dinas Pekerjaan umum Kutai Timur sudah melakukan perbaikan jadi tidak masalah, kalau 10 buah jembatan tidak benar.<br /><br />"Tahun 2010 lalu betul ada laporan dan permintaan dari Camat Long Masengat ada jembatan yang rusak panjangnya enam meter, itu sudah dilakukan perbaikan melalui swakelola. Sedangkan yang dilaporkan 10 buah rusak parah itu jelas tidak benar," kata Rory.<br /><br />Dijelaskan, kemungkinan jembatan yang diberitakan itu dan dirilis sebuah televisi nasional, melalui sumber berita nasional, adalah jembatan kecil-kecil kayu ulin yang panjangnya 2-3 meter. Artinya, umumnya jembatan sederhana dari kayu ulin yang terletak di kawasan perkebunan-perkebunan dan kawasan pertanian yang jarang penduduk.<br /><br />"Namun demikian kami akan tetap melakukan investigasi di semua jembatan di Kutai Timur, untuk melihat langsung dimana yang dirusak dan yang akan dibangun," katanya.<br /><br />Seperti yang dirilis salah satu stasiun televisi nasional, Rabu, melalui "running tex", bahwa terdapat 10 buah jembatan di Kutai Timur rusak berat.<br /><br />"Jadi kami tegaskan kembali bahwa tidak benar ada jembatan rusak parah di Kutai Timur. Yang benar adalah jembatan-jembatan kayu berukuran 2-3 meter yang terletak di kawasan perkebunan dan pertanian yang penduduknya kurang atau sepi," kilahnya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru