Pemkab Landak Rakor Siaga Darurat Kabut Asap

oleh

– Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengelar rapat koordinasi siaga darurat bencana kabut asap bersama sejumlah instansi terkait di lingkungan pemerintah setempat dan camat, Kapolsek dan Danramil di 13 kecamatan, Jumat. <p style="text-align: justify;">"Kita cari solusi bersama bagaimana menanggulangi kabut asap yang melanda di daerah kita. Meskipun titik api di Landak hanya terdeteksi 4 titik. Tapi kita mendapat kabut asap kiriman dari luar daerah," kata Wakil Bupati Herculanus Heriadi yang memimpin rakor didampingi Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak Banda Kolaga di Ngabang ibu kota Kabupaten Landak.<br /><br />Menurutnya, dari Gubernur Kalbar Cornelis melalui pemerintah provinsi juga sudah membantu 10 ribu masker agar didistribusikan di sejumlah kecamatan. "Tolong diprioritaskan untuk siswa di sekolah-sekolah mulai dari PAUD sampai SMA, karena kabut asap sangat rentan untuk bahaya kesehatan," tegas Heriadi.<br /><br />Kepala Pelaksana BPBD Landak Banda Kolaga mengatakan, melihat dari hasil laporan dari satelit NOAA 18 yang didapat dari BPBD Provinsi Kalbar dan Manggala Agni DAOPS Pontianak bahwa titik api atau hotspot di Kalbar dan khususnya di Kabupaten Landak kadang ada kadang tidak ada.<br /><br />"Namun ketika rapat pada 9 September lalu, menurut Gubernur Kalbar di Landak ada 22 titik api dan bila kita lihat kenyataan pengecekan lapangan hanya ada 4 titik api di daerah Landak," ungkap Banda.<br /><br />Banda menegaskan, untuk mengatasi kabut asap ini dari BPBD Landak telah dua kali mengeluarkan surat imbauan Bupati Landak kepada para camat untuk mengimbau dan mengawasi masyarakat dan perusahaan dalam membuka lahan.<br /><br />"Untuk berkebun maupun berladang, bagi perusahaan tidak diizinkan sama sekali untuk membuka lahan dengan cara membakar, sedangkan kepada petani hanya diizinkan seluas kurang dari 2 hektare dan kepada para camat untuk tetap berkoordinasi dengan mustika setempat," tegas Banda.<br /><br />Ia menegaskan lagi, BPBD Landak telah menetapkan siaga darurat bencana kabut asap melalui keputusan Bupati Landak No.360/182/BPBD/2015 tentang Penetapan status keadaan siaga darurat penanganan bencana kabut asap Kabupaten Landak berlangsung 30 hari mulai 19 Agustus sampai 17 September 2015.<br /><br />"Melihat dari kenyataan di lapangan dimana kabut asap makin tebal maka perlu diadakan rakor untuk segera dicarikan solusi mengatasi bencana kabut asap yang ada di Landak demi melindungi masyarakat dari serangan penyakit ISPA," kata Banda. (das/ant)</p>