Pemkab Landak Survei Paket Wisata "Adventure"

oleh

Tim surveyor Paket Landak Wisata Adventure melakukan survei ke beberapa lokasi sejak Kamis, antara lain dengan sasaran air terjun Mananggar di kecamatan Air Besar dan melihat penambangan intan tradisional. <p style="text-align: justify;">Tim terdiri atas Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia (ASITA), Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI), Dinas Kebudayaan Pariwisata Kalimantan Barat dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Landak, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Landak Lukas Kanoh, Kamis.<br /><br />Menurut Lukas, setelah mengunjungi lokasi tersebut, selanjutnya kembali ke kota Ngabang dan mengunjungi Keraton Ismahayana Landak, rumah betang Saham di Pahauman dan makam juang Mandor.<br /><br />Ia mengatakan, survei ini dimaksudkan untuk mengetahui lokasi yang akan dijual sebagai kawasan wisata. Selain itu juga untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mengunjungi kawasan wisata yang dimaksud.<br /><br />Biaya tersebut antara lain biaya transportasi, akomodasi, konsumsi dan biaya peralatan, sehingga dapat diketahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti paket wisata tersebut untuk setiap wisatawan.<br /><br />Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Landak Adrianus Yanto Nunus menyambut baik tentang rencana pembuatan paket wisata Landak adventure apalagi pesona alam, budaya, sejarah dan agribinis berpotensi untuk dipromosikan.<br /><br />"Kita sambut baik, rencana instansi terkait, untuk membuat paket wisata Landak adventure bekerja sama dengan pihak swasta. Lokasi wisata diantaranya di air terjun banangar, arung jeram, dulang intan dan rumah saham," katanya, Ia berharap jika Disporabudpar terkendala anggaran yang minim, bisa bekerja sama saling menguntungkan dengan pihak swasta. "Perlu bekerja sama dengan semua stake holder seperti masalah jalan bisa dengan dinas pekerjaan umum," kata Nunus.<strong> (phs/Ant)</strong></p>