Pemkab Melawi Akan Aktifkan Kembali BBI

oleh

Setelah sempat tak berfungsi selama beberapa tahun belakangan ini, Balai Benih Ikan (BBI) Melawi kondisi terbangkalai. Pada BBI tersebut cukup banyak kolam kering dan bocor. Melihat hal tersebut, Drs. Oslan Junaidi, yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Plt Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi ini merasa prihatin melihatnya. <p style="text-align: justify;">Ia menargetkan BBI yang sempat mati suri dengan kondisi terbengkalai tersebut ditargetkan bisa menjadi sumber penyedia bibit ikan bagi para petani. Yang mana selama ini bibit ikan yang disuplai ke Melawi masih dari kabupaten kota lainnya.<br /><br />“Kita mencoba kembali membangkitkan BBI yang selama ini. Harapannya tentu sesuai dengan namanya, BBI ini bisa menyediakan sumber bibit berbagai jenis ikan untuk para petani di Melawi. Sehingga tidak perlu lagi mengambil ke kabupaten kota lainnya,” kata Oslan Junaidi ditemui di ruangan kerjanya beberapa hari lalu.<br /><br />Oslan mengatakan, keberadaaan BBI sebetulnya memang dimanfaatkan sebagai tempat pembibitan untuk masyarakat. Namun sangat disayangkan, BBI sejak dibangun belum bisa menghasilkan bibit-bibit ikan bagi masyarakat.<br /> <br />“Keberadaan kolam-kolam pemijahan maupun kolam bibit yang ada di BBI ditargetkan bisa kembali berfungsi tahun ini. Jangan sampai hanya mau beli bibit lele saja kita mesti harus impor dari daerah luar Melawi. Paling tidak BBI ini bisa menyediakan bibit ikan yang banyak dipelihara oleh masyarakat,” katanya.<br /><br />Namun begitu, lanjut Oslan, sebelum kembali memfungsikan BBI perlu adanya perbaikan pada sejumlah kolam yang mengalami kerusakan seperti bocor dan retak. Sehingga perbaikan kolam yang ada bisa difungsikan semua.<br /><br />“Kita akan memperbaiki sejumlah kolam yang rusak dan sejumlah fasilitas yang tersedia di BBI lainnya yang dibituhkan untuk pemijahan. Untuk memaksimalkan BBI itu, kami juga akan menempatkan tenaga ahli di sana,” ungkap Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Kesra itu.<br /><br />Selain memperbaiki dan memaksimalkan BBI, Oslan juga akan menargetkan untuk melakukan pendataan jumlah kolam yang masih aktif dan berfungsi di Melawi. Mengingat banyak kolam yang dibangun tidak berfungsi maksimal dan belum bisa menghasilkan hasil ikan yang maksimal di Melawi. <br /><br />“Kelompok tani dan kolamnya yang aktif akan kita data kembali. Khususnya kelompok tani dan kolam bantuan yang pernah diberikan pemerintah. Kita ingin tau apakah berfungsi semua. Atau kolamnya hanya dibuat namun tidak difungsikan,” pungkasnya. (KN)</p>