Pemkab Melawi di Minta Bangun Climbing Wall

oleh

Fasilitas olahraga di Melawi sangat minim sekali, sementara bakat para atlit Melawi diberbagai cabang olahraga sangat banyak. Salah satunya atlit rock climbing atau panjat tebing. Namun sayangnya, fasilitas untuk para atlit tersebut latihan tidak ada. <p style="text-align: justify;">“Kita berharap Pemkab Melawi melalui dinas instansi terkait bisa menganggarkan untuk pembangunan climbing wall atau dinding Panjat. Sebab setiap kali kami mengikuti iven-iven keluar, kami terpaksa menumpang berlatih di kabupaten tetangga, seperti menumpang milik Unka Sintang. Ataupun harus menumpang milik univestinas di pontianak,” kata Irfan Wahyudi selaku ketua Kelompok Pecinta Alam Ulu Aik (Kepuak) Melawi, Minggu (10/12).<br /><br />Pria yang akrab disapa Ogut tersebut mengatakan, sudah seharusnya kabupaten memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Sehingga setiap bakat atlit diberbagai bidang, bisa terus diasah, hingga tidak ada alagi kedepannya menyewa atlit dari luar kabupaten.<br /><br />“Terlebih atlit Melawi yang mengikuti segala iven di luar selalu membawa nama Kabupaten Melawi. Jika menang dan menjadi juara, tentunya Melawi yang akan harum namanya. Nah, dukungannya yang kami harapkan dari pemerintah berupa fasilitas,” ujarnya.<br /><br />Kepuak Melawi, kata Ogut, sudah sering kali mengirimkan para atlitnya untuk mengiuti iven panjang dinding di luar kabupaten. Namun sayangnya, untuk berlatih sebelum berlomba, pihaknya harus menumpang universitas yang menyediakan dinding panjat.<br /><br />“Terkadang, ada juga rasa malu kami. Untuk berlatih saja kami harus menumpang. Lantas, kapan kami tidak lagi menumpang di daerah lain untuk berlatih. Untuk itu, kami berharap pemkab bisa menganggarkan untuk fasilitas olahraga ini,” pungkasnya. (KN)</p>