Pemkab Melawi Sediakan Rumah Tunggu Kelahiran di Setiap Kecamatan

oleh

Pemkab Melawi launching Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) . Tahun 2017 ini Dinas Kesehatan Melawi sediakan RTK ditiap kecamatan. Untuk membantu ibu hamil yang jauh dari pedalaman sebelum melahirkan dan pasca melahirkan difasilitas kesehatan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Melawi, Ahmad Jawahir mengatakan penyediaan RTK ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Tujuanya untuk memberikan tempat bagi masyakat dari hulu atau pedalaman yang tidak punya rumah diibu kota kecamatan. <br /><br />“RTK ini bukan tempat melahirkan, namun hanya rumah singgah saja, sehingga ibu-ibu yang mau melahirkan bisa mempersiapkan diri terutama kesehatan sebelum waktu kelahiran tiba,”  ungkapnya saat launching RTK  Sayang Ibu Kecamatan Nanga Pinoh, Jumat (29/9).<br /><br />Di RTK ini kata Ahmad disediakan tenaga bidan 24 jam. Bahkan di RTK tersebut juga dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan kehamilan. Bahkan alat masak juga disediakan sehingga ibu hamil sebelum melahirkan bersama keliuarganya bisa tinggal dan masak-masak di RTK tersebut.<br /><br />“Ketika sudah mau melahirkan, bidan di RTK yang membawa ibu yang mau melahirkan ketempat pelayanan kesehatan yang dituju. Kalau resiko tinggi dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.<br /><br />Dikatakan Ahmad, keberadaan RTK ini memang harus dekat dengan Puskesmas atau Rumah Sakit. Contohnya RTK Sayang Ibu Kecamatan Nanga Pinoh ini dibuat dekat dengan rumah sakit, sehingga ketika ingin melahirkan mudah dan bisa cepat menjangkau rumah sakit. <br /><br />RTK ini tidak hanya ketika ibu-ibu ingin melahirkan, namun juga bisa digunakan setelah ibu melahirkan, ketika keluar dari Puskesmas atau Rumnah Sakit sebelum pulang kerumah atau kekampungnya. <br /><br />“Pelayanan di RTK ini semuanya gratis, kecuali kalau ada dari pihak keluarga yang ingin beli bahan makanan untuk masak-masak di RTK mereka mesti beli sendiri,”  ucapnya.<br /><br />Tahun 2017 ini RTK dibangun di tiap kecamatan. Karena kedepan Diskes Melawi berkeinginan pelayanan untuk ibu hamil ini merupakan pelayanan terdepan. Tahun ini sebagian besar bangunan untuk RTK masih sewa. <br /><br />“Untuk jangka panjangnya, kami akan menggunakan bangunan Puskesmas  lama, jadi bangunan tersebut dibenahi untuk RTK. Karena tiap kecamatan sudah memiliki bangunan Puskesmas Rawat Inap yang baru semua,” tuturnya.<br /><br />Sementara itu, Ketua TP PKK Melawi, Nurbetty Ekamulyastri Panji mengatakan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, setiap persalinan memang harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten. <br /><br />“Karena itu, setiap ibu hamil harus memperoleh akses yang mudah terhadap pelayanan kesehatan,” ungkapnya.<br /><br />Dikatakan dia, pada kenyataanya memang  banyak ibu hamil yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan, antara lain karena kendala geografis, ketiadaan tenaga kesehatan, budaya yang tidak mendukung atau tidak punya biaya. Kondisi tersebut menjadikan ibu-ibu sulit mendapatkan pelayanan kesehatan ibu sesuai standar. <br /><br />“Sehingga diperlukan suatu yang dapat menjebatani agar ibu hamil dapat bersalin ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, terutama bagi ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi yang membutuhkan pertolongan medis spesislistik,” ujarnya.<br /><br />Dia menambahkan, setiap ibu hamil mempunyai resiko terjadinya kegawaddaruratan obtetri saat persalinan. Maka ibu hamil diharapkan dapat didekatkan ke fasilitas kesehatan beberapa hari menjelang saat persalinan tiba. “Dari kampung-kampung biasanya sering beresiko tinggi, tapi  mereka bingung mau ke kota, tempatnya dimana dan biayanya seperti apa. Dengan adanya RTK ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban mereka,” tuturnya.<br /><br />Dia juga berharap mudah-mudahan dengan adanya RTK ini bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Melawi. Walaupun ibu hamil punya seriko tinggi, tapi saat persalinan, ibu yang melahirkan bisa terselamatkan, termasuk bayinya yang dilahirkan  juga terselamatkan. (KN)</p>