Pemkab Mura Salurkan Bibit Karet Untuk Masyarakat

oleh

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, kini telah menyalurkan sebagian bantuan bagi masyarakat sebanyak 125.000 bibit karet untuk disebarkan di sejumlah kecamatan. <p style="text-align: justify;">"Bantuan bibit karet secara cuma-cuma, itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini," kata Wakil Bupati Murung Raya (Mura) Nuryakin di Puruk Cahu, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, ratusan ribu bibit karet unggul itu merupakan bantuan melalui APBD Kabupaten Murung Raya terdari dari 65.000 bibit jenis payung daun 1-2 untuk enam kecamatan dan 60.000 batang dalam bentuk okulasi mata tidur (OMT) bagi tiga kecamatan.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten paling utara Kalteng ini karena sebagian besar warga masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet, baik menanam bibit lokal maupun unggul seluas 40.000 hektare dengan produksi 36.000 ton per tahun, paparnya.<br /><br />"Program ini merupakan wujud nyata peningkatan penghasilan para petani dengan menjual hasil perkebunannya kepada perusahaan setempat," ucapnya.<br /><br />Nuryakin menjelaskan, bibit karet dalam bentuk OMT telah dibagikan untuk lokasi pembibitan milik pemerintah daerah di Desa Tahujan Ontu, Kecamatan Tanah Siang Selatan sebanyak 10.000 bibit, Desa Kerali, Kecamatan Tanah Siang dan Desa Tumbang Naan, Kecamatan Seribu Riam masing-masing 25.000 batang.<br /><br />Sedangkan bibit karet jenis payung daun 1-2 yakni Kecamatan Barito Tuhup Raya, Seribu Riam, Sumber Barito, Tanah Siang, Uut Murung dan Murung masing-masing mendapat 10.000 bibit, direncanakan penyalurannya pada Nopember – Desember 2011.<br /><br />"Kita juga berharap bantuan bibit karet untuk masyarakat ini juga dari APBD Kalteng yang jumlahnya masih belum diketahui," tuturnya.<br /><br />Pada tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Murung Raya ini telah menyalurkan 170.000 bibit karet unggul melalui APBD kabupaten sebanyak 70.000 bibit, dan 100.000 batang dari Pemprov Kalteng.<br /><br />Petani karet di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini kembali bergairah berkebun karet, setelah harga karet dalam sebulan terakhir membaik menjadi sekitar Rp18.000 perkilogram dari sebelumnya Rp6.000 per kg.<br /><br />Selain diusahakan rakyat, karet juga dikembangkan ribuan hektare oleh PT Inhutani III dengan membangun pabrik di daerah setempat, dengan membuka lahan perkebunan karet di kawasan Jalan Negara Puruk Cahu – Muara Teweh yang kini sudah berproduksi.<br /><br />"Dengan adanya pabrik karet itu para petani tidak lagi menjual melalui pihak ketiga dan diharapkan langsung ke perusahaan," jelasnya.<br /><br />Selain bantuan untuk petani karet, pemerintah di kabupaten satu-satunya di Kalteng dilintasi garis khatulistiwa yang kaya akan hasil tambang batu bara, emas dan kayu ini masih menunggu realisasi program revitalisasi perkebunan karet yang ditargetkan seluas 10.000 hektare.<br /><br />"Saat ini masih terkendala revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng yang sedang proses persetujuan pemerintah pusat," katanya.<br /><br />Program revitalisasi karet ini tidak diberikan secara gratis melainkan nantinya petani mendapat pinjaman kredit dari pihak perbankan dengan bunga rendah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>