Pemkab Nunukan Serahkan Bantuan Ke Petani Sebatik

oleh

Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memberikan bantuan dana kepada sejumlah petani Pulau Sebatik sebesar Rp214.125.000. <p style="text-align: justify;">Bantuan yang diserahkan langsung Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmah Gani di Sebatik, Selasa diterima oleh empat kelompok tani melalui bantuan sosial program penyedia dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian dengan total anggaran Rp214.125.000.</p> <p style="text-align: justify;">Pemberian bantuan dana tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Nunukan Nomor: 520/64/SK-PSP/DISPERTANAK/IV/2013 dengan menunjuk empat kelompok tani penerima dengan jumlah yang berbeda-beda.</p> <p style="text-align: justify;">Kelompok tani Tenguyun Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat sebesar Rp51.875.000 untuk 25 hektare lahan, kelompok tani Lamampu Desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik sebesar Rp62.250.000 juga diperuntukkan pada 30 hektare lahan.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian, kelompok tani Sinar Baru Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat sebesar Rp40 juta untuk 20 hektare lahan dan kelompok tani P3A Langit Biru Desa Tanjung Aru mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta untuk satu paket pengelolaan irigasi partisipatif.</p> <p style="text-align: justify;">Staf Dispertanak Kabupaten Nunukan, Arief Budiman di Sebatik, Selasa mengatakan bantuan dana sosial program Dispertanak langsung ditransfer melalui nomor rekening kelompok tani penerima.</p> <p style="text-align: justify;">Terkait penggunaannya, dia mengaku tidak tahu menahu karena bantuan sosial tersebut pemanfaatannya diserahkan sepenuhnya kepada petani melalui kelompoknya.</p> <p style="text-align: justify;">Secara terpisah, Asri Aziz, penyuluh pertanian di Kecamatan Sebatik Barat menjelaskan, bantuan dana dari Dispertanak Nunukan itu penggunaannya berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok tani.</p> <p style="text-align: justify;">Misalnya kelompok tani Tenguyun di Desa Liang Bunyu yang mendapatkan bantuan sebesar Rp51,875 juta kemungkinan besar untuk optimalisasi lahan persawahan yang selama tidak digarap akibat terjadi sengketa.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah lahan tersebut tidak bermasalah lagi, Asri Aziz mengatakan, sisa anggaran akan dipergunakan membeli bibit padi dan pupuk organik dan sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara bantuan yang diperoleh kelompok tani Sinar Baru, kata dia, untuk pengadaan pupuk organik bagi anggotanya dengan lkuas lahan maksimal 20 hektare.</p> <p style="text-align: justify;">"Dana yang di peroleh kelompok tani tadi, kebanyakan untuk pengadaan bibit, pupuk organik bagi anggotanya. Kecuali di kelompok tani Tenguyun kemungkinan akan digunakan untuk optimalisasi lahan persawahan," terang dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p>