Pemkab Sekadau Sosialiasi P2TP2A

oleh

Pemerintah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat semakin menunjukkan keseriusan terhadap pentingnya pemberdayaan masyarakat terutama pemberdayaan keluarga. <p style="text-align: justify;">Mewujudkian hal itu, Kantor Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak memberikan sosialisasi Pengambangan Pusat Pelayanan Terpadau Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2 A).<br /><br />Wakil Bupati Sekadau Rupinus didaulat membuka rangkaian kegiatan tersebut yang dipusatkan di Gedung Kateketik, pada Selasa (24/11/2014) kemarin. <br /><br />Tampak hadir perwakilan Muspida dan Mupika Kecamatan Sekadau Hilir, kepala Puskesmas, perawat, bidan serta perangkat Desa se-Kecamatan Sekadau Hilir.<br /><br />Kepala Kantor Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, dr. Elsa Setyaningsih dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut salah satu motivasi tempat untuk memberikan pemahaman pentingnya pemberdayaan keluarga, khususnya pemberdayaan Perempuan dan anak. <br /><br />“Semuan ini sudah diamanahkan dalam UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memberdayakan perempuan dan anak,” kata Elsa.<br /><br />Berkaitan dengan materi sosialisasi lanjut Elsa, pihaknya bekerjasama dengan Badan P2TP2A Provinsi Kalbar, Polres Sekadau, dan Bagian Hukum setda Pemkab Sekadau.<br /><br />Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau Rupinus saat membuka kegiatan mengatakan sosialisasi pengambangan pusat pelayanan terpadu pelayanan perempuan dan anak memang cukup penting difahami masyarakat. Sebab, dengan adanya informasi itu masyarakat bisa mendapatkan pelayanan keluarga, perempuan dan anak. <br /><br />“Terutama anak dan remaja, sangat perlu dibimbing dan dibina. Apalagi remaja dikota-kota besar kerap terjebak ke hal-hal negative seperti narkoba dan sex bebas, jangan sampai terjadi hal demikian di Sekadau,” imbau Wabup.<br /><br />Sejak dari umur 0 tahun, balita dan anak-anak usuia 17 tahun lanjut Wabup memang perlu mendapat bimbingan ekstra dari orang tua. Bimbingan anak yang ekstra diyakini akan membuahkan anak yang baik, pintar dan patuh kepada orang tua. <br /><br />“Oleh karena itu sejak 0 sampai 17 tahun itu wajib kita bombing dan bina anak-anak kita. Mereka inilah penerus Kabupaten sekadau,” yakin Wabup. <br /><br />Diakhir arahannya, Wabup berharap sosialisasi memberikan dampak yang besar terhadap pelayanan terpadu perempuan dan anak. Sehingga informasi sampai ke masyarakat berkat peserta memsosialisasikannya di Desa masing-masing. (Mto/kn)</p>