Pemkab Seruyan Bertekad Pertahankan Opini WDP

oleh

Pemerintah Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah bertekad mempertahankan predikat opini Wajar Dengan Pengecualian yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada 2014. <p style="text-align: justify;">"Pemkab bertekad mempertahankan opini WDP yang dengan susah payah diraih setelah delapan kali berturut-turut mendapat opini disclaimer, bahkan ke depan kita harus tingkatkan menjaid Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," kata Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir di Kuala Pembuang, Minggu.<br /><br />Menurut dia, salah satu ukuran keberhasilan kinerja pemerintah disuatu daerah dapat dilihat dari opini yang diberikan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).<br /><br />"Oleh karena itu, untuk mempertahankan opini yang telah diraih, seluruh komponen di masing-masing SKPD harus bersinergi untuk mendukung tertibnya laporan keuangan," katanya.<br /><br />Ketua Tim BPK RI Perwakilan Kalteng Rufaida menegaskan, agar dapat mempertahankan opini WDP yang telah diraih, maka Pemkab Seruyan harus membenahi aset daerah yang dimilikinya, karena hingga saat ini ada banyak aset yang belum terdata dengan baik.<br /><br />"Pengelolaan aset ini dapat mempengaruhi opini yang akan diberikan kepada Kabupaten Seruyan," katanya.<br /><br />Berdasar pada data awal, beberapa SKPD perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan aset daerah, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).<br /><br />"Tiga dinas ini mempunyai aset yang cukup besar, aset-asetnya perlu dilakukan pendataan, termasuk aset-aset yang berasal dari hibah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi," katanya.<br /><br />Ia mengakui, mendata aset-aset ini tidak mudah, terlebih ketika sudah berubah bentuknya atau bahkan sudah tidak ditemukan lagi, namun membenahi aset di Seruyan belum terlalu terlambat dibandingkan dengan daerah lain yang sudah terbentuk puluhan tahun.<br /><br />"Seruyan yang baru berumur 12 tahun, tidak terlalu berat untuk merapikan asetnya, itu dapat dilakukan secara bertahap, misalnya setiap tahun ditarget menyelesaikan masalah aset dua tahun anggaran ke belakang," katanya. (das/ant)</p>