Pemkab Seruyan Berupaya Kurangi Defisit Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Kalimantan Tengah, berupaya mengurangi defisit beras yang saat ini mencapai sekitar 11.000 ton per tahun antara lain dengan memaksimalkan kinerja penyuluh pertanian. <p style="text-align: justify;"><br />"Kekurangan beras dari total kebutuhan atau defisit beras di Kabupaten Seruyan rata-rata mencapai sekitar 11.000 ton setiap tahunnya," kata Wakil Bupati Seruyan, Yulhaidir di Kuala Pembuang, Senin.<br /><br />Ia mengatakan dari jumlah kekurangan itu, sekitar 70 persennya didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa.<br /><br />Ia menjelaskan defisit beras terjadi akibat penurunan produksi padi di Seruyan yang terjadi setiap tahun.<br /><br />Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2012 produksi padi Seruyan mencapai 18.519 ton dan pada 2013 hanya 16.563 ton, bahkan pada 2014 produksi diperkirakan hanya mencapai 12.793 ton.<br /><br />Jumlah produksi itu tidak sebanding dengan jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan yang mencapai 150.000 jiwa lebih dengan rata-rata konsumsi 11,60 kilogram per kapita per bulan.<br /><br />Menurut dia, selain jumlah petani yang terus berkurang, penurunan produksi padi juga diakibatkan oleh kurang maksimalnya kinerja penyuluh pertanian di lapangan, padahal mereka merupakan garda terdepan untuk berkomunikasi dengan petani.<br /><br />"Selama ini para petani terkesan kurang diperhatikan, harusnya para penyuluh pertanian yang terdiri dari sarjana dapat menganalisa apa yang menjadi kekurangan selama ini khususnya petani sehingga hasil padi tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat," katanya.<br /><br />Ia menekankan agar penyuluh pertanian di lapangan bekerja lebih giat lagi, berkomunikasi dengan para petani untuk mengetahui kendala apa saja yang mereka hadapi.<br /><br />"Tidak ada masalah lahan karena kita punya banyak, begitu pula dana kita tidak kekurangan, jadi kita berharap agar para penyuluh pertanian dapat lebih giat lagi berkomunkasi dengan para petani untuk mengetahui segala kendala yang mereka hadapi selama ini," katanya. (das/ant)</p>