Pemkab Sintang Akan Gelar Kelam Festival Pada 2017

oleh

Pemerintah Kabupaten Sintang akan melaksanakan Kelam Festival pada tahun 2017 mendatang. Selain untuk memperkuat promosi potensi wisata bukit kelam, juga untuk menarik investor nasional dan internasional untuk membangun berbagai fasilitas pendukung di Bukit Kelam. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Askiman saat menghadiri Fasilitasi dan Koordinasi Kerjasama Bidang Investasi di Kabupaten Sintang Tahun 2016 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, 14 Desember 2016.<br /><br />“Potensi wisata yang bisa dikembangkan di kabupaten sintang sangat banyak. Namun kita harus bisa fokus mengembangkan potensi yang unggulan. Pariwisata mampu meningkatkan ekonomi dan memperkuat keuangan negara dan daerah. Sampai saat ini kita belum mampu mengajak orang luar berkunjung ke sintang. Soal aman, Sintang sangat aman meskipun masyarakat kami sangat majemuk dan ini peluang sintang untuk maju dan bisa menjadi tempat berwisata” terang Askiman.<br /><br />“Kelam Festival pada tahun 2017 harus bisa dilaksanakan, momen ini kesempatan kita mempromosikan potensi wisata Bukit Kelam serta yang lainnya. Sehingga bukit kelam tidak lagi kelam tetapi menjadi bukit terang yang bercahaya. Potensi wisata alam di sintang itu ada 12 lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan. Kawasan bukit kelam juga bisa dibangun agrowisata karena tanahnya subur. Pembangunan lokasi balap motor (grasstrack). Tahun 2017 kita sudah desain pengembangan bukit kelam seperti pembangunan jalur pejalan kaki, rumah betang, serta fasilitas lain. Untuk itu, kami mengundang investor untuk membangun fasilitas penunjang d kawasan bukit kelam seperti home stay, kereta gantung, arena offroad dan grasstrack, transportasi wisata, flying fox, outbond dan yang lainnya. Saya minta perusahaan sawit memberikan CSR agar membangun jalan dan jembatan menuju lokasi wisata” tambah Askiman.<br />    <br />Wakil Bupati Sintang menambahkan, Pemkab Sintang sudah menetapkan istilah Paket Wisata Bukit Kelam yang terdiri dari galeri motor bandong, bukit kelam, rumah betang ensaid panjang, bukit luit dan rentap. <br />Hendrika Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjelaskan tujuan kegiatan untuk menyampaikan informasi dan sosialiasai berbagai kebijakan Pemkab Sintang terhadap investasi dan peluang usaha, menyampaikan rencana pelaksanaan Kelam Festival, mensosialisasikan kebijakan pemerintah pusat tentang investasi, menjelaskan grand desain pengembangan kawasan bukit kelam dan menawarkan peluang usaha pengembangan kawasan Bukit Kelam kepada investor peluang usaha. <br /><br />“fasilitasi dan koordinasi ini melibatkan perusahaan negara dan swasta serta para pelaku usaha kecil dan menengah di kabupaten sintang” terang Hendrika.<br />    <br />Direktur Pemberdayaan Usaha Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM RI Pratito Soeharyo menyampaikan bahwa sintang merupakan mutiara terpendam dan bisa dimunculkan di dunia internasional. <br />"Seni, budaya, dan alam di sintang punya potensi untuk dikembangkan. Banyak daerah maju karena kuatnya ecoturism. Sintang belum terlalu dikenal oleh pejabat di Jakarta. Tetapi mereka siap membantu sintang mengembangkan berbagai potensi wisatanya. Kita harus terbuka terhadap investasi asing dan pelayanan perizinan harus paling lama tiga jam. Saya yakin pariwisata di sintang akan maju karena punya potensi tinggi didukung bandara baru yang representatif. Kita bisa undang UNESCO supaya melihat bukit kelam dan dijadikan world heritage” terang Pratito Soeharyo.<br /><br />Prity saraswati konsultan pariwisata menyarankan agar pelaksanaan kelam festival bisa mengundang artis terkenal untuk memperkuat promosi tentang bukit kelam. <br /><br />Rencanakan agar mengedepankan musik etnik, kekayaan seni budaya dan alamnya bahkan sisi olahraganya. saya yakin jika kelam festival bisa dilaksanakan akan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, perbaikan fasilitas umum, pengakuan dunia internasional, masuknya investor nasional dan internasional. Harus dipikirkan juga bagaimana supaya pengunjung dari luar membelanjakan uangnya. Buat juga karnaval budaya” saran Prity saraswati.<br /><br />Mardiansyah dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mengakui peluang usaha dalam mengembangkan potensi wisata sangat besar. <br /><br />“Kami melihat ada 16 jenis usaha ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan. Sumber daya manusia dan promosi memang masih kurang. Para pemuda dan mahasiwa harus dibina untuk bisa mengembangkan ekonomi kreatif di sintang” terang Mardiansyah. (Slh)</p>